Namun, ia tetap menyesalkan ketidaktertiban peserta.
BACA JUGA:Viral, Suara Desahan dari Pengeras Suara Area GBK Bikin Kaget, Management Berikan Klarifikasi Ini
BACA JUGA:Viral! Oknum Satpam Pukul Driver Ojol Gegara Tolak Beri KTP saat Masuk Perumahan di Bekasi Utara
“Masak pegawai dak mau diajak tertib, bukan pegawai kalau ngomong SK ditahan,” tegasnya.
Ternyata, kemarahan sang bupati tidak hanya dipicu oleh momen balon semata.
Dilansir dari informasi akun Instagram @fakta.indo, ketegangan dalam pelantikan tersebut telah terakumulasi beberapa hari sebelumnya.
Sejumlah faktor menjadi pemantik ialah peserta diminta hadir terlalu pagi, komunikasi panitia dinilai tidak peka, hingga munculnya kabar bahwa ada peserta yang lolos meski tak memenuhi syarat administrasi.
BACA JUGA:Viral! Aksi Heroik Penumpang Wanita Laporkan Pria yang Intimidasi Lansia di TransJakarta
Melihat kejadian ini, di media sosial, para netizen menumpahkan opini mereka.
"Intruksi semudah itu aja gak fokus gmn sama kerjaan."
"Bisa juga ketika lepasi balon dan langsung di foto bersama sama, keren lagi."
"Tau kan sekarang kalian kenapa birokrasi dan urusan dengan negara sendiri berasa kocak, ya karena isinya orang2 kocak."
"Fungsinya apa sih begini? kaya bocah tk aja. pantes kerjanya dikantor gabener males malesan emang bocil boomer."
"Kalau 1-2 org saja yg salah menafsirkan instruksi artinya yg salah adlh yg mendengarkan, tapi kalau sebagian besar salah menafsirkan instruksi artinya yg memberikan instruksi yg salah dlm memberikan instruksinya."
"Panitia bingung , peserta bingung , bupatinya bingung, saya juga bingung, selamat hari bingung."