"Gua tetep dukung pemotor walaupun salah soalnya lawan coklat kalo lawannya damkar gua dukung damkar."
"Akan di lacak dan di cari karna sudah membahayakan pengendara yang lain? Padahal dalam video tidak ada kendaraan lain selain becak itu. Itu pun ada jaraknya jauh."
BACA JUGA:Meradang, Ahmad Dhani Lapor dan Polisikan Pembully Anaknya dengan Pasal Ini!
Meski sebagian besar komentar bernada satire atau dukungan terhadap pengendara, pihak kepolisian tidak tinggal diam.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol I Made Juni Artawan, menyatakan telah menonton video tersebut dan kini tengah melakukan pencarian terhadap pelaku.
“Ya, kami sudah melihat video itu. Saat ini kami sedang mencari keberadaan pengendara becak motor tersebut,” kata I Made Juni pada Selasa (15/7/2025).
Ia juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak meniru aksi serupa karena sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
BACA JUGA:Oknum Polisi Lalulintas di Prabumulih Viral! Diduga Pungli Sopir Truk
BACA JUGA:Drama China Homeland Guardian: Kisah Polisi Legendaris Hong Kong Bangkit dari Keterpurukan!
Aksi freestyle di jalan umum tanpa perlengkapan keselamatan adalah bentuk pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenakan sanksi.
Terlebih jika dilakukan di tempat dan waktu yang sedang dalam pengamanan ketat oleh aparat.
Dalam konteks ini, aksi pengendara becak motor tidak hanya dianggap ceroboh, tetapi juga sebagai bentuk pelecehan terhadap prosedur keamanan kunjungan pejabat negara.
Aparat kepolisian berkomitmen menindak tegas pelanggaran tersebut dan berharap momen viral ini bisa menjadi pelajaran agar tidak ada lagi aksi serupa yang mengabaikan keselamatan serta tata tertib berlalu lintas.
Peristiwa ini sekali lagi membuktikan betapa cepatnya momen ekstrem bisa menyebar secara digital dan memicu diskusi publik yang panas.
Dari satu aksi freestyle, diskusi melebar ke isu ketertiban, respons kepolisian, hingga kritik sosial terhadap lembaga negara.