BACA JUGA:RSHS Bandung Buka Posko Pengaduan, Kasus Dokter PPDS Unpad: 3 Korban Buka Suara
Bahkan saat liburan, lonjakan pengunjung hanya bersifat sementara dan tidak cukup untuk mengangkat omzet para tenant.
Fenomena Rojali dan Rohana
Fenomena unik yang turut memperparah kondisi mal adalah munculnya kelompok rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya-nanya).
Mereka datang ke mal hanya untuk melihat-lihat atau bertanya tanpa niat membeli.
Hal ini membuat para pedagang kewalahan karena harus melayani tanpa ada transaksi nyata.
Upaya Pemerintah dan Pengelola Mal
Melihat kondisi ini, Pemkot Bandung tak tinggal diam.
Disdagin berencana menggelar berbagai event menarik seperti pasar kreatif dan Bandung Great Sale untuk menghidupkan kembali suasana mal.
BACA JUGA:Viral Video Selebgram Asal Bandung Jadi Korban KDRT Suami Sejak 2023, Pelakunya Diduga Anak Pejabat!
Selain itu, pelaku UMKM akan diberi ruang untuk memamerkan produk mereka di mal, sebagai strategi meningkatkan daya tarik dan keramaian.
Tantangan dan Harapan
Meski tantangan besar membayangi, mal tetap memiliki keunggulan yang tak bisa digantikan oleh platform online pengalaman belanja langsung, interaksi sosial, dan kualitas produk yang bisa dirasakan secara fisik.
Harapannya, dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola mal, dan pelaku usaha, pusat perbelanjaan di Bandung bisa kembali menjadi destinasi favorit masyarakat.
BACA JUGA:Viral, Video Juru Parkir di Bandung Dikeroyok Geng Motor Hingga Tewas, Begini Kronologinya!
BACA JUGA:10 Tahun Tanpa Jejak, Fidya Kamalinda Atlet Bandung Menghilang, Benarkah Dugaan Ikut Aliran Sesat?