Terkait hal ini, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) turut buka suara soal kondisi tersebut.
UNRWA menegaskan krisis kelaparan yang melanda menghancurkan banyak keluarga di Palestina.
"Orang tua terlalu lapar untuk mengurus anak-anak mereka. Mereka yang datang ke klinik UNRWA tidak memiliki energi, makanan, atau sarana untuk mengikuti saran medis," ujar Kepala UNRWA Philippe Lazzarini via X/Twitter.
PBB juga mengabarkan seluruh penduduk Gaza, sekitar 2,1 juta, jiwa kini berada dalam kondisi rawan pangan.
Mereka disebutkan tidak punya akses yang baik untuk makanan yang cukup, bergizi, dan aman.
Sebelumnya Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel dan Menteri Pertahanan Israel Katz membantah adanya tudjhan mengenai penembakan warga Gaza.
Dalam laporan tersebut disebut jika militer Israel dengan sengaja menembaki warga yang antri bantuan atas perintah.
Dilansir kantor berita The Associated Press dan Al Arabiya, Sabtu (28/6/2025), Netanyahu dan Katz mengatakan laporan harian Israel yang condong ke kiri.
Ia mengungkapkan ini adalah sebuah kebohongan jahat yang dirancang untuk mencemarkan nama baik militer.
BACA JUGA:Tragedi Mencekam di Penjara Evin: 71 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Israel ke Teheran
"Ini adalah kebohongan kejam yang dirancang untuk mendiskreditkan IDF (Pasukan Pertahanan Israel), tentara paling bermoral di dunia," tegas pernyataan bersama Netanyahu dan Katz.
Dalam terbitan Haaretz, saksi-saksi mata warga Palestina mengungkapkan bahwa pasukan Israel telah menembaki kerumunan di jalan menuju lokasi pusat distribusi bantuan tersebut.
Menanggapi ini, militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki insiden di mana warga sipil telah terluka saat mendekati lokasi tersebut.
Militer Israel menolak tuduhan artikel tersebut tentang "tembakan yang disengaja terhadap warga sipil."
BACA JUGA:Biadap! Israel Diduga Selundupkan Narkoba ke Tepung Bantuan untuk Para Warga di Gaza, Apa Tujuannya?