Banyak pekerja muda merasa terjebak dalam siklus kerja yang melelahkan tanpa prospek finansial yang menjanjikan.
BACA JUGA:Yuk, Simak Nama Baru Halte TransJakarta di 13 Koridor, ini Daftar Lengkapnya
Dampak Sosial dan Produktivitas
Tingginya ongkos ke kantor bukan hanya soal finansial.
Banyak pekerja yang akhirnya memilih tinggal di kos-kosan sempit dekat kantor demi menghemat biaya, meski harus mengorbankan kenyamanan dan kualitas hidup.
Sebagian lainnya bahkan mempertimbangkan untuk resign atau mencari pekerjaan remote.
Produktivitas pun ikut terdampak.
Stres karena perjalanan panjang dan mahal membuat semangat kerja menurun.
Belum lagi risiko kesehatan akibat paparan polusi dan kelelahan fisik.
Solusi: Apa yang Bisa Dilakukan?
Beberapa solusi yang mulai digagas antara lain:
1. Kerja Hybrid atau Remote
Mengurangi frekuensi ke kantor bisa menekan biaya transportasi.