Gim Roblox Jadi Sorotan, Wamendukbangga Ingatkan Peran Penting Orang Tua Lindungi Anak di Era Digital

Sabtu 09 Aug 2025 - 20:21 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Polemik gim Roblox yang dinilai memiliki konten berbahaya dan berpotensi memicu kekerasan pada anak kini menjadi sorotan pemerintah.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) sekaligus Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Menurut Isyana, fenomena anak-anak yang betah berlama-lama di depan layar gadget bukan tanpa sebab.

Mereka mengejar sensasi kesenangan instan atau yang disebut sebagai “chip dopamine” melalui scrolling media sosial atau bermain gim seperti Roblox.

BACA JUGA:Tak Hanya Roblox, Ini Dampak Negatif Game Online Terhadap Anak yang Harus Diwaspadai

BACA JUGA:Catat! 7 Game di Roblox Boncos Tagihan, Nomor 3 Bikin Anak Kecanduan

“Sekarang anak-anak lebih sering mencari dopamine dengan cara yang sangat mudah, lewat scrolling dan bermain gim di ponsel. Ini yang membuat mereka rentan kecanduan,” jelas Isyana saat menghadiri acara di Toeti Heraty Museum, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2025).

Isyana menyarankan orang tua untuk mengajak anak lebih aktif beraktivitas di luar ruangan.

Olahraga, bermain di bawah sinar matahari, hingga kegiatan bersama keluarga bisa menjadi sumber dopamine alami yang sehat.

“Tubuh manusia itu didesain untuk bergerak, bukan hanya duduk dan scrolling. Olahraga dan sinar matahari bisa membantu anak mendapatkan kebahagiaan tanpa gadget,” tegasnya.

BACA JUGA:Orang Tua Harus Waspada! Game Roblox Terindikasi Jadi Tempat Predator Pelecehan Seksual Incar Anak-anak

BACA JUGA:Kode Redeem Roblox Hari Ini 2 Juli 2025, Klaim Kode FUDD10 Gratis Dollar di Murder Mystery 2

Lebih lanjut, Isyana menyoroti peran keluarga sebagai garda terdepan dalam penerapan Peraturan Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Menurutnya, aturan pemerintah tidak akan efektif jika keluarga tidak aktif menjalankannya.

“Kalau orang tua tidak punya pengetahuan yang cukup soal gim atau aplikasi yang digunakan anak, perlindungan anak di dunia digital akan sulit terwujud,” ujarnya.

Kategori :