"Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK) beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa," tuturnya dalam konferensi di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (9/8).
Fokus LPDP 2026: Jurusan Prioritas Nasional
Beasiswa LPDP sendiri merupakan program beasiswa magister dan doktor untuk putra-putri terbaik Indonesia.
Mulai 2026 jurusan penerima beasiswa LPDP akan ditentukan langsung oleh pemerintah melalui Kemendiktisaintek serta Kemenko PMK.
Penentuan jurusan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan nasional agar lebih tepat sasaran.
BACA JUGA:Pasar Kreatif Bandung 2025: Surga Produk Lokal Berkualitas yang Wajib Kamu Kunjungi!
Bidang yang menjadi prioritas antara lain STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Termasuk pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi industri, digitalisasi seperti AI dan semikonduktor, hingga material dan manufaktur maju.
Dengan adanya aturan ini, jurusan penerima beasiswa LPDP akan difokuskan pada bidang yang dapat mempercepat pembangunan nasional.
Rapat Dewan Penyantun Jadi Penentu
Pratikno selaku Menko PMK menegaskan bahwa kebijakan terkait jurusan ditentukan lewat rapat Dewan Penyantun.
"Oh nggak, itu Dewan Penyantun. Jadi kami rapat Dewan Penyantun, Dewan Penyantun itu memang, Ketua Dewan Penyantun itu Menko PMK, tetapi anggota Dewan Penyantun termasuk Menteri Kebudayaan dan lain-lain. Nanti memang pendidikan, apa yang menjadi prioritas itu nanti, terutama dari Kementerian Pendidikan," jelasnya usai peringatan Hari Pramuka ke-64 di Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8).
BACA JUGA:Boikot Produk Unilever! Ini 5 Teh Celup Lokal yang Non-Afiliasi Israel sebagai Alternatif Sariwangi
Artinya, perubahan aturan jurusan penerima beasiswa LPDP bukan hanya sekadar inisiatif LPDP melainkan hasil keputusan lintas kementerian agar benar-benar sesuai dengan arah pembangunan bangsa.
Dana Jumbo Beasiswa LPDP 2026
Tak hanya soal aturan baru, pemerintah juga mengalokasikan dana fantastis untuk program Beasiswa LPDP 2026.
Dalam RAPBN 2026, tercatat bahwa anggaran yang disiapkan mencapai Rp11,07 triliun.