BACA JUGA:4 Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan di OKU Timur Tertangkap di Banten
Tim dokter dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati melakukan autopsi terhadap jenazah MIP pada Kamis pukul 14.30 WIB.
Kepala RS Polri, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa terdapat tanda-tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban.
“Ditemukan luka akibat benda tumpul di bagian dada dan leher. Ada kemungkinan tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan kesulitan bernapas,” jelas Prima.
Tim forensik juga mengambil sampel untuk pemeriksaan DNA dan toksikologi, yang kemudian diserahkan kepada penyidik untuk analisis lanjutan.
Penangkapan Sebelumnya
BACA JUGA:Terungkap! Pelaku Pembunuhan Balita di Singkawang Ditangkap: Cuma Dibekap, Gak Niat Bunuh
BACA JUGA:10 Rekomendasi Drama China Tentang Detektif, Kisah Polisi Mengungkap Pembunuhan, Dijamin Seru!
Sebelum menangkap empat aktor intelektual, polisi telah lebih dulu mengamankan empat pelaku penculikan berinisial AT, RS, RAH, dan RW.
Tiga pelaku ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, sementara RW diamankan di Bandara NTT saat hendak melarikan diri.
AKBP Resa Fiardi Marasabessy dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa keempat pelaku tersebut hanya berperan dalam penculikan, bukan pembunuhan.
Pemeriksaan terhadap mereka masih berlangsung untuk mengungkap keterlibatan lebih lanjut.
Motif Masih Diselidiki, Publik Menanti Kejelasan
Hingga kini, motif di balik penculikan dan pembunuhan MIP masih menjadi misteri.
Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan urusan penagihan atau konflik internal, namun pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat bank dan menunjukkan betapa rentannya keamanan individu di ruang publik.
Penangkapan para pelaku diharapkan menjadi langkah awal dalam mengungkap jaringan kejahatan yang lebih luas.