BACAKORAN.CO - Peristiwa tragis menimpa dua pengemudi ojol yang dilindas mobil Brimob saat aksi massa di kawasan Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.
Satu korban bernama Affan Kurniawan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke RSCM, sementara Moh Umar Amarudin selamat namun mengalami patah kaki dan kini dirawat di RS Pelni.
Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia, Lily Pujiati, menyatakan duka mendalam atas insiden tersebut.
“Korban meninggal dunia di RSCM. Korban patah kaki di RS Pelni," ujarnya dikutip Tempo.co.
Kecaman Terhadap Aksi Represif Aparat
Lily mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian.
Ia menyerukan agar seluruh pengemudi ojek online bersatu dan mengawal kasus ini hingga benar-benar tuntas.
“Kami mohon dukungan masyarakat dalam memantau perkembangan peristiwa ini agar tidak terjadi lagi tindakan kekerasan yang menimbulkan korban," tambah lily.
Versi Polisi Berbeda
Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memberikan keterangan berbeda.
Asep menyebut hanya ada satu korban dalam peristiwa mobil taktis Brimob yang melindas pengemudi ojol.
“Untuk korban tadi sore itu satu. Kalau yang lain saya belum dapat datanya,” kata Asep, sembari menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga korban di RSCM.
Kesaksian Warga Soal Mobil Brimob Melindas Ojol
Seorang saksi mata, Kevin, menyatakan dirinya melihat langsung bagaimana mobil rantis melaju kencang dan melindas seorang pengemudi ojol.
BACA JUGA:Terungkap! 7 Polisi Brimob Ada di Dalam Barakuda yang Lindas Driver Ojol hingga Tewas
“Ada ojol yang terjatuh dan tertabrak. Tapi mobil tidak berhenti, melainkan terus maju dan melindas korban,” katanya.