Postingan itu langsung memicu gelombang protes baru dan menjadi sorotan publik nasional.
Kronologi Kejadian di Lapangan
Informasi yang berhasil dihimpun, Rheza hadir dalam aksi demonstrasi menolak kebijakan ekonomi pemerintah.
Saat suasana ricuh, aparat menembakkan gas air mata ke arah massa.
Rheza yang kala itu tengah mengendarai motor berusaha berbalik arah, namun motornya mati.
Ia sempat terjatuh akibat kepulan gas air mata.
Rekannya yang dibonceng berhasil melarikan diri, tetapi Rheza tidak sempat bangun.
BACA JUGA:Setelah Ahmad Sahroni, Kini Rumah Uya Kuya Juga Digeruduk Massa: Saya Ikhlas!
Saat itu, beberapa polisi menghampirinya. Alih-alih ditolong, ia justru menjadi korban pemukulan.
Rheza pun tidak sadarkan diri hingga akhirnya koma dan meninggal dunia.
Konfirmasi dari Grup WhatsApp Mahasiswa
Kabar kematian Rheza Sendy Pratama diperkuat oleh tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa yang beredar luas. Dalam pesan itu tertulis:
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, sahabat, kawan seperjuangan kita: Rheza Sendy Pratama (Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2023, Universitas Amikom Yogyakarta). Kami segenap keluarga besar BEM Universitas Amikom Yogyakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan almarhum di sisi terbaik-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan kekuatan.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa kabar duka memang benar adanya dan bukan sekadar isu di media sosial.
BACA JUGA:42 Pelaku Kerusuhan Palembang Ditangkap: Gedung DPRD dan Pos Polisi Dibakar Massa Geng Motor
Kematian Rheza Sendy Pratama tewas dipukuli polisi menjadi pemicu baru meningkatnya gelombang demonstrasi di Yogyakarta dan kota-kota lain.
Aksi ini melanjutkan protes yang sudah terjadi sebelumnya usai kematian Affan Kurniawan seorang pengemudi ojek online.