Mahasiswa Tewas Dipukuli Aparat Polisi saat Demo, Begini Tanggapan Rektor Amikom Yogyakarta

Minggu 31 Aug 2025 - 17:19 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

Ia menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.

“Betul, dia salah satu mahasiswa kami. Yang bersangkutan ikut dalam aksi di Mapolda DIY,” ujar Fauzi saat dikonfirmasi, Minggu (31/8/2025).

Fauzi mengungkapkan bahwa pihak kampus menerima kabar duka tersebut dari rekan-rekan Rheza pada Minggu siang. 

Mengenai kronologi kematian, ia menyatakan bahwa pihak kampus masih menelusuri informasi lebih lanjut.

“Kalau penyebab kematiannya, ya, informasi yang beredar, video yang beredar memang begitu. Kami belum melakukan penelusuran lebih lanjut. Hanya ini saja yang bisa kami sampaikan,” tuturnya.

Kabar Duka yang Mengguncang Media Sosial

BACA JUGA:Indonesian Government Blocks TikTok and Instagram Live Features During Jakarta Protests, Is Democracy Dead?

BACA JUGA:Geger, Surya Paloh Resmi Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem: Rakyat Utama!

Kabar dua atas Rheza pertama kali viral melalui unggahan akun X @maribasuara dan @collegemfs.

“Berita duka dari Jogja. Seorang kawan kita, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia. Dipukuli hingga koma, direnggut paksa, Rheza tewas di tangan aparat negara.”

Unggahan tersebut langsung memicu respons emosional dari netizen. Banyak yang membandingkan kasus ini dengan kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang juga tewas dalam aksi sebelumnya. 

Komentar-komentar penuh kemarahan dan kesedihan membanjiri media sosial.

"Buat polisi polisi ni ya tai, kalo lu pada di pukulin balik sampe koma jangan pernah sekalipun nyebut diri lu MANUSIA. itu yg lu tembakin, lu pukulin sampe mati juga MANUSIA, yg harus nya korban ga mati tapi lu pada paksa mati."

"Saking di batassinnya kita dgan medsos.. akhirnya korban jatuh LAGI tanpa ada bukti yg bisa di lihat banyak mata sprti alm.affan."

"Yg bilang jd aparat itu kegencet atasan, atasannya memang suruh membunuh kah?"

"Yaallah kak.. ngga tau itu betul apa engga pihak aparat tapi tolong banget semua, itu nyawa loh bukan mainan, kasian keluarga yg ditinggal."

Tagar #KawalTerus pun ramai digunakan sebagai bentuk solidaritas dan ajakan untuk mengawal kasus ini agar tidak tenggelam begitu saja.

Konfirmasi dari Mahasiswa dan Pihak Kampus

Kategori :