Times of India juga menuliskan kronologi penjarahan, menekankan bahwa Sri Mulyani tidak berada di lokasi saat rumahnya diacak-acak massa.
BACA JUGA:Rumah Dijarah, Ahmad Sahroni Ciut Enggan Pulang ke Indonesia: Demi Keselamatan Keluarga
Sorotan datang pula dari Timur Tengah.
Al Jazeera menilai peristiwa ini sebagai bentuk ledakan kemarahan publik terhadap DPR dan aparat.
Al Arabiya bahkan menegaskan dampak serius pada iklim investasi Indonesia, dengan jatuhnya saham dan tekanan hebat pada nilai tukar rupiah.
Dari Barat, CNN menyoroti komentar kontroversial Ahmad Sahroni yang memperparah kemarahan publik.
BACA JUGA:Mahasiswa UPI Ditusuk OTK saat Lerai Pengeroyokan di Demo Bandung, Pihak BEM Serukan Donasi
BACA JUGA:Menkomdigi Klaim TikTok Matikan Fitur Live Secara Sukarela, Begini Kata Juru Bicara TikTok
BBC fokus pada kerusakan parah di rumah Sri Mulyani, sementara Bloomberg dan Financial Times memperingatkan dampak ekonomi yang bisa lebih luas dari krisis politik ini.