BACA JUGA:Batal ke Liverpool, Madrid-Barca Punya Kans Comot Guehi
“Saya sudah mulai cukup tua sebagai pemain bola. Saya penasaran apakah saya bisa bertahan di salah satu liga top Eropa. Saya rasa tidak sanggup bermain di Liga Inggris. Kompetisinya cepat, fisiknya berat, dan banyak pertandingan,” kata Verdonk.
Pemain berdarah Maulaboh, Aceh menjadi salah satu pemain timnas Indonesia yang selalu menjadi andalan selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Baik pada masa pelatih Shin Tae-yong (STY) maupun pelatih baru Patrick Kluivert.
Peran pemain NEC Nijmegen seakan tak tergantikan di posisi bek kiri. Verdonk selalu tampil all out dan ngotot saat menyerang dan bertahan. Dia mampu turut menyerang dan dengan kecepatan lari yang dimilikinya. Dengan sekejap mampu turun ke belakang membantu pertahanan Skuad Garuda.(*)