Orang lokal berisiko kalah bersaing, muncul masalah rumah kos penuh, sewa rumah mahal dan cicilan tanah bikin hidup semakin berat.
BACA JUGA:10 Kota Paling Aman dan Nyaman di Indonesia, Nomor 1 Jadi Idaman Wisatawan Dunia
Benturan Budaya yang Unik
Kalimantan kaya dengan budaya lokal seperti Dayak, Banjar, dan Bugis. Kalau semua budaya Jawa ikut pindah, pasti terjadi tabrakan budaya.
Hasilnya bisa keren banget, bayangin festival gabungan ada tari Dayak berpadu musik gamelan, atau pesta kuliner dengan Soto Banjar plus tempe mendoan.
Tapi tantangannya jelas: bagaimana menjaga agar identitas budaya Kalimantan tidak tenggelam oleh arus besar budaya Jawa.
Infrastruktur Bisa Ambruk
Kalau semua orang Jawa pindah ke Kalimantan, jalan yang sekarang masih lega bisa macet parah.
Jutaan motor dan mobil dari Jawa tumpah ruah di jalan Kalimantan.
Air bersih jadi rebutan, rumah sakit penuh, dan sekolah kewalahan.
BACA JUGA:6 Tsunami Terbesar Sepanjang Sejarah, 2 Ada di Indonesia!
Transportasi sungai pun padat.
Jangan kaget kalau nanti ada macet perahu di sungai besar, kayak macet Transjakarta di jam sibuk.
Dampak Lingkungan Serius
Hutan tropis Kalimantan adalah rumah bagi orang utan, bekantan, dan burung engang.
Kalau pembangunan besar-besaran dilakukan, deforestasi bisa melonjak tajam
Dunia internasional mungkin protes karena paru-paru dunia hilang. Jadi meski ekonomi naik, lingkungan bisa babak belur.
Apa Jadinya Jawa Tanpa Penduduk?
Kalau semua orang pindah ke Kalimantan, Jawa bisa jadi pulau kosong. Jalan tol Cipali yang biasanya macet bisa berubah jadi arena balap sepeda.
Malioboro bisa terasa kayak kota hantu.