Setelah uang pertama terkirim pelaku semakin berani menaikkan nominal permintaan.
Dalam waktu singkat total dana yang terkuras mencapai Rp 254 juta.
Pihak kepolisian menyebut bahwa scamming WhatsApp ini dijalankan secara terorganisir.
Satu orang mengendalikan komunikasi dari dalam penjara, sementara rekan lainnya menyiapkan rekening penampung dan mencairkan uang.
Modus Scamming WhatsApp Semakin Canggih
Menurut Kombes Doni, pola penipuan WhatsApp semakin kompleks karena pelaku mampu memanipulasi identitas dan meniru gaya bicara korban kenal.
“Pelaku menggunakan foto profil asli dan bahasa yang mirip agar korban yakin,” kata Doni.
BACA JUGA:Update, Kasus Kematian Brigadir Esco Polisi Telah Tetapkan 4 Orang Tersangka!
Kepolisian juga menemukan bahwa jaringan scamming WhatsApp tersebut memiliki banyak target, termasuk pejabat daerah dan pengusaha.
Kasus ini menjadi bukti bahwa kejahatan siber kini bisa dijalankan bahkan dari balik jeruji besi.
Tips Menghindari Penipuan WhatsApp
Agar kamu tidak menjadi korban seperti Rahmat Shah, berikut langkah penting yang wajib diperhatikan untuk melindungi diri dari scamming WhatsApp:
Verifikasi Identitas Pengirim
Jika kamu menerima pesan mencurigakan dari orang yang mengaku keluarga atau rekan kerja, hubungi langsung melalui telepon untuk memastikan kebenarannya.
BACA JUGA:Napi di Medan Otaki Penipuan Ayah Raline Shah, Uang Rp 254 Juta Raib Lewat Modus WhatsApp
Perhatikan Gaya Bahasa dan Nomor Telepon
Ciri umum penipuan WhatsApp adalah penggunaan nomor baru dengan ejaan atau gaya bicara yang berbeda.
Jangan Pernah Beri Data Pribadi
Jangan pernah memberikan PIN, OTP, atau informasi finansial melalui pesan singkat.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Fitur ini menambah lapisan keamanan agar akun kamu tidak mudah diretas oleh pelaku scamming WhatsApp.