bacakoran.co

Makin Canggih ini Modus Scamming WhatsApp yang Tipu Rahmat Shah Rp 254 Juta, Ketahui Inilah Cara Mencegahnya

Kronologi penipuan WhatsApp terhadap Rahmat Shah ayahnya Raline Shah hingga kerugian Rp 254 juta--Ist

BACAKORAN.CO - Kasus penipuan WhatsApp kembali meresahkan publik, Kali ini ayah artis Raline Shah yakni Rahmat Shah. 

Rahmat kehilangan uang hingga Rp 254 juta akibat scamming WhatsApp yang dijalankan oleh seorang tahanan di Lapas Tanjung Gusta Medan bersama tiga pelaku lain di luar penjara.

Modus Penipuan WhatsApp Pelaku Mengaku Sebagai Raline Shah

Direktur Reserse Siber Polda Sumatera Utara, Kombes Doni Satria Sembiring,

mengungkapkan pelaku utama bernama Muhammad Syarifuddin Lubis (25). 

BACA JUGA:Kasus Pengancaman Naik ke Penyidikan, DJ Panda Berharap Ada Jalan Damai dengan Erika Carlina!

Ia merupakan narapidana kasus narkotika yang menjalankan aksinya dari dalam Lapas Tanjung Gusta.

Pelaku mengaku sebagai Raline Shah dan menghubungi Rahmat Shah melalui WhatsApp. Dalam pesannya, pelaku meminta bantuan dana sebesar Rp 24 juta.

“Permintaan itu langsung dituruti korban karena percaya pelaku adalah anaknya,” jelas Kombes Doni.

Namun permintaan tak berhenti di situ. 

Setelah permintaan pertama berhasil, pelaku kembali meminta uang Rp 42 juta, kemudian Rp 48 juta dan terakhir Rp 100 juta. 

BACA JUGA:Siswa yang Ketahuan Merokok dan Kepsek SMAN 1 Cimarga Sepakat Berdamai, Aksi Mogok Belajar Berakhir

Total seluruh permintaan melalui scamming WhatsApp itu mencapai Rp 254 juta.

Kronologi Penipuan WhatsApp Ayah Raline Shah

Kasus penipuan WhatsApp ini berawal dari pesan pribadi yang dikirim ke nomor Rahmat Shah. 

Dengan gaya bahasa yang meyakinkan, pelaku membuat korban percaya ia sedang berbicara langsung dengan anak kandungnya.

Makin Canggih ini Modus Scamming WhatsApp yang Tipu Rahmat Shah Rp 254 Juta, Ketahui Inilah Cara Mencegahnya

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co - kasus penipuan whatsapp kembali meresahkan publik, kali ini ayah artis raline shah yakni  

rahmat kehilangan uang hingga rp 254 juta akibat scamming yang dijalankan oleh seorang tahanan di lapas tanjung gusta medan bersama tiga pelaku lain di luar penjara.

pelaku mengaku sebagai raline shah

direktur reserse siber polda sumatera utara, kombes doni satria sembiring,

mengungkapkan pelaku utama bernama muhammad syarifuddin lubis (25). 

ia merupakan narapidana kasus narkotika yang menjalankan aksinya dari dalam lapas tanjung gusta.

pelaku mengaku sebagai raline shah dan menghubungi rahmat shah melalui whatsapp. dalam pesannya, pelaku meminta bantuan dana sebesar rp 24 juta.

“permintaan itu langsung dituruti korban karena percaya pelaku adalah anaknya,” jelas kombes doni.

namun permintaan tak berhenti di situ. 

setelah permintaan pertama berhasil, pelaku kembali meminta uang rp 42 juta, kemudian rp 48 juta dan terakhir rp 100 juta. 

total seluruh permintaan melalui scamming whatsapp itu mencapai rp 254 juta.

kronologi penipuan whatsapp ayah raline shah

kasus penipuan whatsapp ini berawal dari pesan pribadi yang dikirim ke nomor rahmat shah. 

dengan gaya bahasa yang meyakinkan, pelaku membuat korban percaya ia sedang berbicara langsung dengan anak kandungnya.

pelaku lalu mengarang alasan kebutuhan mendesak agar rahmat shah segera mentransfer uang ke rekening yang telah disiapkan oleh jaringan di luar lapas.

setelah uang pertama terkirim pelaku semakin berani menaikkan nominal permintaan. 

dalam waktu singkat total dana yang terkuras mencapai rp 254 juta.

pihak kepolisian menyebut bahwa scamming whatsapp ini dijalankan secara terorganisir. 

satu orang mengendalikan komunikasi dari dalam penjara, sementara rekan lainnya menyiapkan rekening penampung dan mencairkan uang.

modus scamming whatsapp semakin canggih

menurut kombes doni, pola penipuan whatsapp semakin kompleks karena pelaku mampu memanipulasi identitas dan meniru gaya bicara korban kenal.

“pelaku menggunakan foto profil asli dan bahasa yang mirip agar korban yakin,” kata doni.

kepolisian juga menemukan bahwa jaringan scamming whatsapp tersebut memiliki banyak target, termasuk pejabat daerah dan pengusaha. 

kasus ini menjadi bukti bahwa kejahatan siber kini bisa dijalankan bahkan dari balik jeruji besi.

tips menghindari penipuan whatsapp

agar kamu tidak menjadi korban seperti rahmat shah, berikut langkah penting yang wajib diperhatikan untuk melindungi diri dari scamming whatsapp:

verifikasi identitas pengirim

jika kamu menerima pesan mencurigakan dari orang yang mengaku keluarga atau rekan kerja, hubungi langsung melalui telepon untuk memastikan kebenarannya.

perhatikan gaya bahasa dan nomor telepon

ciri umum penipuan whatsapp adalah penggunaan nomor baru dengan ejaan atau gaya bicara yang berbeda.

jangan pernah beri data pribadi

jangan pernah memberikan pin, otp, atau informasi finansial melalui pesan singkat.

aktifkan verifikasi dua langkah

fitur ini menambah lapisan keamanan agar akun kamu tidak mudah diretas oleh pelaku scamming whatsapp.

laporkan nomor penipu

gunakan fitur “laporkan dan blokir” di whatsapp, lalu teruskan laporan ke pihak kepolisian atau kominfo agar pelaku bisa ditindak.

peringatan untuk pengguna whatsapp

dengan semakin maraknya kasus penipuan whatsapp, kamu harus lebih berhati-hati.

hindari klik tautan mencurigakan, waspadai pesan mendesak yang meminta uang dan selalu periksa ulang identitas pengirim.

ingat pelaku scamming whatsapp kini tidak hanya beroperasi secara bebas di luar sana tapi bahkan dari balik jeruji penjara.

Tag
Share