Tak hanya tokoh politik dan agama, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada Marsinah, aktivis buruh perempuan yang gugur secara tragis pada era Orde Baru.
Pro-Kontra Tak Terhindarkan
Namun, keputusan pemerintah memberi gelar kepada Soeharto menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut keputusan itu sebagai langkah yang “mengecewakan tapi tak mengagetkan.”
BACA JUGA:Hilang Hampir Seminggu, Balita Bernama Bilqis Asal Makassar Ditemukan Dijambi dengan Selamat!
BACA JUGA:Terungkap, Uang Suap Bupati Ponorogo Mengalir Melalui Saudaranya, KPK: Tidak Mau Terima Langsung!
“Hari ini kita melihat pemerintah menutup mata terhadap rekam jejak kelam masa lalu,” ujarnya dalam keterangan kepada media.
Senada, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penganugerahan gelar tersebut.
“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” kata Gus Mus.
Menurutnya, banyak ulama dan tokoh pesantren yang mengalami ketidakadilan selama masa pemerintahan Soeharto.