Kenapa Orang Banyak Makan Saat Galau? Ternyata Ini Penyebabnya, Simak Penjelasan dari dr Zaidul Akbar

Rabu 12 Nov 2025 - 17:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

Ia menekankan bahwa proses penyembuhan emosional akan tercermin dalam pilihan makanan yang lebih sehat dan terkontrol.

“Kalau dia mau melawan atau bangkit, dia belajar menata emosi, maka karakter makanannya pun akan berubah,” jelasnya.

Hubungan Lambung dan Emosi

Dalam penjelasannya, dr Zaidul juga menyoroti keterkaitan antara kondisi lambung dan keadaan emosional seseorang. 

Ia menyebut bahwa organ pencernaan, khususnya lambung, sangat sensitif terhadap stres dan tekanan batin.

“Itu sebabnya lambung itu akan sangat berhubungan dengan keadaan emosional seseorang,” ujarnya.

Jika seseorang terus-menerus berada dalam kondisi stres dan tidak berani menghadapi akar masalahnya, maka tubuh pun akan mengalami dampaknya secara fisik.

“Tubuh akan terus-menerus berada pada kondisi stres, dan akhirnya yang jadi korban adalah perlambungan,” tambahnya.

Pilih Hadapi atau Hindari?

BACA JUGA:dr. Zaidul Akbar Bongkar Khasiat Dahsyat Asam Jawa dan Bekam: BAB Lancar, Imun Meledak!

BACA JUGA:dr. Zaidul Akbar Bongkar Penyebab Diet Gagal, Ternyata Bukan Salah Makanan!

Melalui akun Instagram-nya, dr Zaidul membagikan konsep klasik dalam menghadapi stres, yaitu “fight or flight”. 

Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki dua pilihan saat emosi sedang tidak stabil.

“Kalo lagi nggak enak hati atau emosinya nggak bagus, kita punya dua pilihan: fight atau flight,” tulisnya.

Fight berarti berani menghadapi dan mengendalikan emosi negatif, sedangkan flight berarti memilih untuk menghindar, yang sering kali berujung pada pelampiasan lewat makanan.

“Pilihannya ada di kita, mau diri kita yang mengendalikan emosi, atau emosi yang mengendalikan diri kita,” tegasnya.

Jika seseorang membiarkan emosinya mengambil alih, maka masalah tidak akan terselesaikan, dan tubuh pun akan terus berada dalam kondisi tertekan.

Sebagai penutup, dr Zaidul mengingatkan bahwa banyak ketakutan yang dirasakan manusia sebenarnya hanyalah ilusi pikiran. 

Kategori :