Pada periode tersebut, seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, dan NTT diperkirakan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Pasuruan! Mobil Disambar Kereta, 4 Tewas dan Bayi 1 Tahun Selamat
BACA JUGA:Viral! Polisi Tangkap 16 Warga Sibolga yang Jarah Minimarket dan Gudang Bulog Pasca Banjir
Sementara itu, wilayah yang tergolong rawan seperti Kalimantan Timur dan Papua bagian timur juga diprediksi menghadapi intensitas hujan yang cukup signifikan.
Menjelang akhir Desember, aktivitas hujan diperkirakan lebih dominan di wilayah Papua bagian barat.
Selain hujan, BMKG juga memberikan informasi terkait kondisi gelombang laut.
Menurut Faisal, ancaman gelombang tinggi dengan ketinggian di atas 2,5 hingga 4 meter diperkirakan tidak akan terjadi selama periode Desember hingga Januari.
BACA JUGA:Kepala BNPB Beri Alasan Banjir di Sumatera Belum Berstatus Bencana Nasional: Mencekam Cuma di Medsos
BACA JUGA:Mendadak! KH Miftachul Akhyar Ditunjuk Isi Posisi Ketum PBNU Usai Gus Yahya Dicopot
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut atau aktivitas perikanan.
Namun demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan.
Daerah yang berpotensi mengalami gelombang sedang antara lain perairan barat dan selatan Sumatera, Selat Sunda, selatan Jawa, NTT, Kepulauan Anambas, Natuna, Samudra Pasifik Utara, serta Halmahera.
Dengan adanya imbauan ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
BACA JUGA:BNPB Catat 174 Korban Tewas, DPR RI Turun Tangan Salurkan Bantuan Logistik ke Sumatera!
Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan koordinasi dalam penanggulangan bencana, sementara masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.