Angka-angka tersebut jelas menunjukkan bahwa Rocky Hybrid bukan hanya sekadar mobil murah, tetapi juga menawarkan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan tren global.
Namun, tantangan terbesar Daihatsu adalah bagaimana memperluas distribusi dan meningkatkan awareness masyarakat di luar event pameran.
Dengan hanya 500 SPK dalam lima bulan, Rocky Hybrid masih perlu kerja keras untuk benar-benar menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.
BACA JUGA:Honda EV Outlier Resmi Debut di JMS 2025: Desain Futuristik yang Menghapus Warisan Motor Bensin
BACA JUGA:Suzuki 2026 Muncul! Desain Keren New Maxi Turbo Siap Masuk Indonesia, Yamaha Wajib Waspada
Jika melihat tren otomotif global, mobil hybrid sering menjadi jembatan sebelum masyarakat beralih ke kendaraan listrik penuh.
Di Indonesia, Rocky Hybrid bisa memainkan peran penting sebagai opsi transisi.
Harga yang relatif terjangkau membuatnya lebih mudah diakses oleh konsumen menengah, sementara efisiensi bahan bakar dan rendahnya emisi menjadi nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan perkotaan.
Ke depan, Daihatsu tampaknya perlu memperkuat strategi pemasaran di luar pameran otomotif.
BACA JUGA:Innova Reborn Improvement 2026 Hadir: Tampil Lebih Sporty dan Interior Naik Kelas, Ini Detailnya
Misalnya dengan memperbanyak unit test drive di dealer, memperluas distribusi ke daerah-daerah, serta mengedukasi konsumen tentang manfaat teknologi hybrid.
Jika langkah-langkah ini dilakukan, bukan tidak mungkin angka pemesanan Rocky Hybrid akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan mendatang.