BACA JUGA:KUR BSI 2025: Pembiayaan UMKM Syariah Bebas Bunga dan Riba, Ini Keunggulan dan Cara Ajukannya
3. Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Valid
Kesalahan administrasi sering dianggap sepele, padahal bisa berakibat fatal.
Dokumen yang tidak lengkap, tidak sesuai, atau tidak valid dapat membuat proses pengajuan KUR dihentikan.
Dokumen yang biasanya diminta meliputi KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan usaha (SKU), hingga NPWP untuk nominal tertentu. Jika data tidak sinkron atau sulit diverifikasi, bank cenderung menolak pengajuan.
BACA JUGA:Lengkap! Ini Syarat Pengajuan KUR Mandiri untuk Usaha, UMKM Wajib Tahu
4. Usaha Tidak Sesuai dengan Kebijakan Bank
Meski KUR adalah program nasional, setiap bank penyalur memiliki kebijakan internal.
Ada jenis usaha tertentu yang dianggap berisiko tinggi, seperti usaha spekulatif atau usaha yang sulit dipantau arus kasnya.
Jika bidang usaha Anda tidak masuk dalam prioritas bank penyalur, pengajuan KUR bisa saja ditolak meski syarat lain sudah terpenuhi.
BACA JUGA:Apakah Pinjaman KUR BNI Harus Ada Jaminan? Ini Penjelasan Lengkap untuk UMKM 2025
5. Lokasi Usaha Sulit Diverifikasi
Petugas bank biasanya akan melakukan survei langsung ke lokasi usaha.
Jika lokasi sulit ditemukan, berpindah-pindah, atau tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan, bank akan meragukan keberlangsungan usaha tersebut.
Usaha rumahan tetap bisa mengajukan KUR, asalkan lokasinya jelas dan mudah diverifikasi.
BACA JUGA:Cara Ajukan KUR BSI 2025 untuk UMKM Dijamin Halal, Cek Persyaratan Disini!
6. Penghasilan Tidak Mencukupi untuk Membayar Cicilan
Bank akan menghitung kemampuan bayar calon debitur.
Jika penghasilan usaha dinilai tidak cukup untuk menutup cicilan bulanan, maka pengajuan KUR berisiko ditolak.
Hal ini biasanya terjadi karena pencatatan keuangan tidak rapi atau omzet yang dilaporkan terlalu kecil dibandingkan nilai pinjaman yang diajukan.