BACAKORAN.CO - Suzuki Splash pernah menjadi salah satu model paling populer dari Suzuki di segmen city car. Mobil ini dikenal karena harganya yang terjangkau, efisiensi bahan bakar yang baik, serta interior yang lega untuk ukuran mobil kecil.
Dibandingkan dengan model Suzuki lainnya seperti Swift, Karimun, Espresso, maupun Ignis, Splash menawarkan kualitas yang lebih solid dengan harga yang relatif lebih rendah.
Tidak heran jika pada masa jayanya, Splash menjadi pilihan favorit bagi mereka yang mencari mobil kompak dengan kenyamanan dan performa yang memadai.
Sejarah dan Perkembangan
Suzuki Splash pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2008.
BACA JUGA:Harga Turun Suzuki Fronx Bekas: Desain Mewah dan Mesin Cocok Diajak Road Trip
BACA JUGA:Suzuki Carry Minibus 2026: Minibus Serbaguna dengan Kapasitas Besar dan Biaya Operasional Rendah
Mobil ini merupakan produk global yang diproduksi oleh Suzuki India (Maruti Suzuki) dan juga dijual di pasar lain dengan nama berbeda, seperti Opel Agila dan Vauxhall.
Pada tahun 2013, Splash mendapatkan facelift yang membuat tampilannya lebih modern, terutama pada bagian depan dengan grill horizontal yang menyerupai desain mobil Eropa.
Produksinya berakhir pada tahun 2016, dan posisinya digantikan oleh Suzuki Ignis pada 2017.
Meski keduanya menggunakan mesin yang sama, perbedaan utama terletak pada desain eksterior yang lebih kekinian pada Ignis.
Dimensi dan Desain Eksterior
Splash memiliki dimensi kompak dengan panjang sekitar 3,7 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 1,6 meter.
Wheelbase 2,3 meter memberikan kestabilan sekaligus ruang interior yang cukup lega.
Dari depan, desainnya sederhana namun menarik, terutama setelah facelift yang membuat tampilannya lebih elegan.
Dari samping, mobil ini terlihat unik karena proporsinya yang tinggi, dengan kaca depan besar yang mengecil ke arah belakang.
Ground clearance mencapai 185 mm, cukup tinggi untuk ukuran city car, sehingga mobil ini mampu melewati polisi tidur atau jalan bergelombang dengan mudah.