BACAKORAN.CO - Toyota Yaris Cross menjadi salah satu SUV kompak yang menarik perhatian di pasar Asia.
Meski sama-sama mengusung nama Yaris Cross, versi yang dijual di Indonesia dan versi Jepang memiliki perbedaan cukup signifikan.
Perbandingan ini semakin relevan setelah varian JDM (Japanese Domestic Market) dipamerkan di Singapore Motorshow 2026, sehingga publik bisa melihat langsung bagaimana perbedaan platform, desain, fitur, hingga performa antara kedua versi tersebut.
Platform dan Mesin: DNGA vs TNGA
Perbedaan paling mendasar terletak pada platform yang digunakan.
Yaris Cross Indonesia dibangun di atas DNGA (Daihatsu New Global Architecture), platform yang juga dipakai oleh Veloz dan Vios.
Platform ini memang dirancang untuk efisiensi biaya dan kebutuhan pasar Asia Tenggara.
Sebaliknya, Yaris Cross Jepang menggunakan TNGA (Toyota New Global Architecture), platform global Toyota yang lebih modern dan canggih.
TNGA dikenal memberikan kualitas berkendara lebih baik, termasuk handling yang stabil dan kenyamanan suspensi yang lebih halus.
Dari sisi mesin, Indonesia mengandalkan 2NR-VEX, mesin hybrid berbasis bensin 2NR.
Sementara itu, Jepang menggunakan M15A-FXE, mesin hybrid seri-paralel yang juga dipakai pada Yaris hatchback hybrid dan Toyota Sienta.
Mesin M15A-FXE dianggap lebih efisien dan halus, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih modern.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa meski sama-sama hybrid, karakter performa dan efisiensi bahan bakar keduanya bisa berbeda cukup jauh.
Desain Eksterior: SUV Modern vs JDM Hatchback Crossover
Secara tampilan luar, Yaris Cross Indonesia mengadopsi gaya SUV Toyota masa kini dengan grille trapezoidal besar yang memberi kesan gagah.