Yamaha X-FORCE 155: Skutik 155cc Bergaya Fungsional dengan Desain Flat Deck, Fitur Modern, dan Efisiensi Tingg

Sabtu 17 Jan 2026 - 19:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACAKORAN.CO - Yamaha kembali menghadirkan produk menarik di segmen skuter matik dengan meluncurkan X-FORCE 155, sebuah motor yang awalnya dipasarkan di Taiwan dan kini juga tersedia di Jepang. 

Meski belum resmi masuk ke Indonesia, model ini sudah mencuri perhatian karena desain dan fiturnya yang dinilai kompetitif. 

Banyak pengamat menyebut X-FORCE 155 berpotensi menjadi rival kuat bagi Honda Vario 160 maupun Honda ADV160 jika suatu saat hadir di pasar lokal.

Latar Belakang dan Posisi di Pasar

X-FORCE 155 dijual di Jepang dengan harga sekitar ¥400.000 atau setara Rp44 jutaan. 

BACA JUGA:Suzuki Nex 125 Terbaru 2026, Skutik Stylish Harga 19 Jutaan yang Siap Saingi Honda Beat dan Yamaha Gear

BACA JUGA:Resmi Rilis! Motor Retro-Modern Honda CB77 2026 Siap Menantang Yamaha XSR dan Kawasaki Z900RS

Angka ini tergolong tinggi bila dibandingkan dengan pasar Indonesia, di mana dengan harga serupa konsumen sudah bisa membeli Yamaha NMAX 155 yang memiliki fitur lebih lengkap, termasuk sistem navigasi dan konektivitas canggih. 

Perbedaan harga ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor produksi lokal. 

Yamaha memiliki pabrik di Indonesia untuk NMAX dan Aerox, sehingga biaya produksi lebih rendah dibandingkan unit impor seperti X-FORCE.

Meski lebih mahal, motor ini tetap menawarkan nilai lebih dari sisi konsep dan kenyamanan berkendara, menjadikannya alternatif menarik bagi pengguna skutik harian di Jepang maupun Taiwan.

Desain Eksterior: Fungsional dan Kokoh

Secara tampilan, X-FORCE 155 mengusung gaya fungsional dengan dek datar yang lebar. 

Flat floorboard ini memberikan ruang kaki lega sekaligus memudahkan pengendara maupun penumpang saat naik turun motor, mirip dengan konsep Honda Vario 160.

Di bagian depan, motor ini dilengkapi windshield kecil yang lebih bersifat kosmetik ketimbang fungsional. 

Lampu utama menggunakan desain split-headlamp, namun masih memakai bohlam halogen, begitu pula lampu sein. 

Hal ini menjadi catatan penting karena konsumen Indonesia umumnya lebih mengharapkan lampu LED yang terang dan modern.

Kategori :