Chip seri A versi dasar seperti A21 atau A22 disebut menjadi kandidat utama untuk diproduksi Intel.
Chip tersebut kemungkinan digunakan pada iPhone versi reguler atau seri “e” yang volumenya besar.
Sementara itu, model flagship dengan label Pro diprediksi tetap mengandalkan TSMC.
Dengan pembagian ini, Apple dapat menjaga performa maksimal pada lini premium sambil mengamankan pasokan chip untuk model massal. Strategi ini dinilai cukup realistis dari sisi produksi dan biaya.
BACA JUGA:Bosen sama Tampilan Lama? iPhone 18 Rumornya Bawa Punch-Hole dan Chip A20 Pro Super Kencang
BACA JUGA:Gmail Android Kini Bisa Bikin Label Seperti iPhone, Kotak Masuk Makin Rapi dan Anti Ribet!
Jika benar terealisasi, iPhone generasi 2028 berpotensi menjadi iPhone pertama yang menggunakan chip buatan Intel.
Hal ini akan menjadi momen bersejarah setelah Intel lama meninggalkan pasar smartphone.
Strategi Apple Lepas dari Ketergantungan TSMC
Langkah menggandeng Intel tidak berarti Apple akan meninggalkan TSMC sepenuhnya.
TSMC diperkirakan tetap menjadi mitra utama Apple untuk chip kelas atas dan teknologi tercanggih.
Namun, dengan menambah Intel ke dalam rantai pasok, Apple bisa mengurangi risiko produksi secara signifikan.
BACA JUGA:iOS 26.4 Resmi Hadirkan 9 Emoji Baru di iPhone, Ada yang Bikin Chat Makin Kocak
Diversifikasi ini penting untuk menghadapi potensi gangguan geopolitik dan logistik global.
Selain itu, strategi ini memberi Apple fleksibilitas lebih besar dalam mengatur kapasitas produksi.