BACAKORAN.CO - Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus meninggalnya influencer muda Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Peristiwa ini menimbulkan perhatian publik yang cukup besar, mengingat korban dikenal luas di media sosial dan memiliki banyak pengikut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengurai fakta-fakta di balik tragedi tersebut dengan pendekatan penyelidikan yang profesional dan berbasis scientific investigation.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa enam orang saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti yang saat ini masih menjalani uji laboratorium forensik.
BACA JUGA:Tragedi Longsor Bandung Barat: 17 Korban Jiwa, 11 Jenazah Sudah Teridentifikasi
BACA JUGA:Akhirnya Sah! Pernikahan Ranty Maria dan Rayn Wijaya Hari ini Usai 5 Tahun Pacaran
"Pertama-tama kami turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga saudari LL. Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung melaksanakan olah TKP secara profesional dengan melibatkan stakeholder terkait," ujarnya kepada awak media, Senin 26 Januari 2026.
Menurut Iskandarsyah, penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi tersebut, polisi mulai mendapatkan gambaran alur peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal.
"Dari saksi-saksi tersebut kami mendapatkan alur cerita dan barang bukti di TKP juga sudah kami amankan. Beberapa masih membutuhkan keterangan dari laboratorium forensik," tambahnya.
BACA JUGA:Kondisi Belum Fit, Nadiem Makarim Ungkap Siap Jalani Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Laptop!
Enam saksi yang diperiksa termasuk pihak rumah sakit, mengingat korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan.
"Sampai saat ini kami sudah mengklarifikasi enam saksi yang ada di TKP. Selain itu, kami juga koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengklarifikasi kondisi kesehatan saudari LL," jelasnya.
Polisi menekankan bahwa proses penyelidikan membutuhkan waktu agar hasilnya maksimal dan objektif.