BACAKORAN.CO - Berita mengenai munculnya asap oranye pekat di kawasan industri Cilegon pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB langsung menjadi viral dan menyita perhatian publik.
Fenomena ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar karena kepulan asap berwarna mencolok tersebut terlihat jelas mengarah ke permukiman.
Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa sumber asap berasal dari area PT Vopak Indonesia.
Asap oranye itu muncul akibat reaksi kimia yang melibatkan asam nitrat atau nitric acid (HNO3), sebuah zat yang dikenal sangat korosif dan berbahaya jika terhirup.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Klaim Tak Tahu Gratifikasi Pengadaan Chromebook, Optimistis Bebas dari Kasus Korupsi
BACA JUGA:Emas 23 Suku, Uang Rp 20 Juta Lenyap Diduga Hilang Dicuri, Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku
Secara umum, asap berwarna oranye memang dapat dihasilkan dari aktivitas industri tertentu, seperti pabrik pupuk nitrogen, bahan peledak, maupun pengolahan logam.
Namun, meski fenomena ini bukan hal asing dalam dunia industri, sifat korosif dan racun dari gas tersebut tetap menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia.
Tidak heran jika warga yang tinggal di sekitar PT Vopak Indonesia sempat panik ketika melihat kepulan asap tebal itu bergerak ke arah pemukiman mereka.
Kepanikan tersebut terbukti beralasan karena sebanyak 58 warga dilaporkan mengalami sesak napas, muntah-muntah, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
BACA JUGA:Ketegangan AS–Iran Kian Memanas! Trump Tanggapi Ancaman Khamenei soal Perang Regional
BACA JUGA:Minta Antar ke Rumah Saudara, Pria Ini Bawa Kabur Motor Temannya
Awalnya banyak yang menduga bahwa asap oranye itu berasal dari kebocoran tangki gas.
Namun Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menegaskan bahwa sumber asap bukanlah kebocoran tangki, melainkan hasil dari proses kimia di dalam fasilitas PT Vopak Indonesia.
Insiden ini, yang berlangsung sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026, menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat karena dianggap sebagai indikasi adanya paparan zat kimia beracun di udara.