Gas nitrogen dioksida (NO2), hasil dekomposisi dari asam nitrat, diketahui sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.
BACA JUGA:Tragis! Longsor Pangalengan Bandung Tewaskan 2 Balita, Rumah Warga Jebol Dihantam Tanah
BACA JUGA:Api Mengamuk di Cipadu! Deretan Ruko Tekstil Dilalap Si Jago Merah
Dampak kesehatan akibat paparan gas ini bisa muncul secara akut maupun jangka panjang.
Secara langsung, korban dapat mengalami iritasi berat pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang berujung pada sesak napas, batuk hebat, nyeri dada, hingga rasa tercekik.
Dalam kondisi paparan tinggi, risiko edema paru atau penumpukan cairan di paru-paru sangat mungkin terjadi, dan hal ini merupakan keadaan darurat medis.
Selain itu, gejala lain seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, bahkan kehilangan kesadaran juga dilaporkan.
Kontak langsung dengan kabut asam dapat menyebabkan iritasi parah pada mata dan kulit, bahkan luka bakar kimia yang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen.
Keracunan serius akibat gas asam nitrat juga dapat mengganggu suplai oksigen dalam tubuh.
Kondisi ini ditandai dengan sianosis, yaitu perubahan warna bibir atau kuku menjadi kebiruan, yang membutuhkan penanganan medis segera.
Lebih jauh, ancaman jangka panjang dari paparan gas ini tidak bisa diabaikan.
BACA JUGA:Serangan Terkoordinasi Kelompok Separatis Guncang Balochistan, Puluhan Tewas Termasuk Warga Sipil
Pneumonia kimia, kerusakan jaringan paru-paru permanen, hingga gangguan pernapasan kronis seperti asma dan bronkitis dapat muncul beberapa jam atau hari setelah paparan.