BACA JUGA:Nokia X100 Pro 5G Jadi Pembicaraan Tanpa Pernah Rilis, Ini Fakta di Balik Rumor Spek Gahar
Mereka ingin ponsel yang:
• Tidak hanya cepat di angka benchmark,
• Tetapi juga stabil dan awet untuk penggunaan sehari-hari,
• Dengan pengalaman Android bersih tanpa aplikasi tak perlu.
Pergerakan ini sejalan dengan strategi pemain lain yang mencoba meredefinisi batasan segmen harga ponsel “flagship level” tak melulu harus bertanda harga flagship.
Di forum teknologi dan komunitas pengguna, reaksi terhadap Nokia X200 5G cukup beragam:
• Kelompok pengguna pragmatis menyukai pendekatan spesifikasi realistis dengan nilai penggunaan harian yang jelas.
BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Canggih, Nokia 2300 5G dan iPhone 17 Tunjukkan Cara Beda Manjakan Pengguna
BACA JUGA:Kalahkan iPhone 17, Nokia 5700 XpressMusic 2026 5G Launching dengan Kamera 50 MP dan Batre 5,900mAh
Mereka menilai bahwa kamera 108MP dan layar 120Hz sudah lebih dari cukup untuk kebanyakan kebutuhan.
• Sebagian pengguna tech enthusiast mengkritik klaim “flagship” sebagai istilah marketing yang terlalu longgar.
Karena performa dan fitur tertentu masih tertinggal jika dibandingkan dengan flagship sejati dari pesaing.
• Pengguna Android murni menyambut baik keputusan Nokia untuk tetap memakai stock Android, yang dinilai menambah umur software lebih panjang dan pengalaman lebih mulus tanpa iklan atau bloatware.
Menurut pengamat teknologi, fenomena Nokia X200 5G bukan sekadar peluncuran produk baru tetapi sebuah sinyal perubahan pola konsumsi: