BACAKORAN.CO - Suzuki akhirnya resmi meluncurkan eVitara, mobil listrik pertama mereka yang dipasarkan di Indonesia.
Kehadiran model ini menjadi tonggak penting bagi pabrikan asal Jepang tersebut, sekaligus menandai komitmen nyata dalam mendukung transformasi industri otomotif global menuju mobilitas berkelanjutan.
Sebagai merek yang sudah lama dikenal lewat jajaran SUV kompak dan kendaraan perkotaan, Suzuki kini memperluas portofolionya dengan menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern.
Peluncuran eVitara dilakukan dalam ajang pameran otomotif terbesar di Tanah Air, sebuah panggung strategis untuk memperkenalkan inovasi kepada publik, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan industri.
Desain dan Spesifikasi Teknis
BACA JUGA:Suzuki Ertiga Matic 2026: Ini Daftar Harga Baru dan Bekas Cocok Jadi Pilihan Kendaraan Keluarga
Suzuki eVitara dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi energi, dan kenyamanan.
Salah satu fitur utama adalah baterai lithium-ion berkapasitas 61 kWh yang ditempatkan di bawah lantai kabin.
Posisi ini bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga membantu menurunkan pusat gravitasi sehingga mobil lebih stabil saat dikendarai.
Dengan baterai tersebut, eVitara mampu menempuh jarak hingga 428 kilometer dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar WLTP, angka yang membuatnya kompetitif di kelas SUV listrik kompak.
Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan sistem penggerak roda depan. Karakteristiknya menghasilkan torsi instan yang responsif, sangat cocok untuk lalu lintas perkotaan yang dinamis maupun perjalanan jarak menengah.
Suzuki juga membekali eVitara dengan sistem manajemen termal canggih untuk menjaga suhu baterai tetap optimal.
Hal ini penting agar performa tetap konsisten dalam berbagai kondisi cuaca sekaligus memperpanjang umur pakai baterai.
Harga dan Segmentasi Pasar
Suzuki menetapkan harga awal eVitara di kisaran Rp755 juta (OTR Jakarta). Angka ini menempatkannya sebagai SUV listrik kompak dengan positioning entry-level premium.
Strategi harga tersebut bukan sekadar soal angka, melainkan mencerminkan pendekatan berbasis nilai.