Merasa Terkejut, Nadiem Makarim Akui Syok Anak Buah Bagi-bagi Cuan di Kasus Korupsi Laptop Chromebook!

Sabtu 07 Feb 2026 - 23:30 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan laptop Nadiem Makarim akui terkejut mendengar fakta di persidangan, Senin (2/2/2026).

Eks Mendikbud ini mengaku syok mengetahui anak buahnya terlibat aktif dalam praktik bagi-bagi uang dan penerimaan gratifikasi dari vendor pengadaan.

Berdasarkan penuturannya, tindakan para bawahannya itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa instruksi darinya.

"Ya, saya cukup kaget ya. Sudah banyak saksi-saksi ini yang menerima uang untuk gratifikasi. Mereka semuanya mengaku tidak pernah diperintah oleh saya untuk menerima uang tersebut," tegas Nadiem, dilansir Bacakoran.co dari Solobalapan, Sabtu (7/2/2026).

BACA JUGA:Jalani dengan Santai, Nadiem Makarim Optimis akan Bebas di Kasus Korupsi Laptop Chromebook!

BACA JUGA:Skandal Epstein Menyeret Mantan Dubes Inggris: Peter Mandelson Diselidiki Polisi London

Pernyataan Nadiem ini adalah respons dari kesaksian yang menyudutkan internal kementerian terkait adanya guyuran dana operasional yang tidak sah.

Sebelumnya Nadiem Makarim ungkap kekecewaan dalam penolakan eksepsi terkait kasus korupsi laptop yang menjerat eks Kemendikbud tersebut.

Meski begitu, ia tetap meghormati proses hukum yang ada yang telah diputuskan oleh Hakim.

"Saya kecewa dengan putusan hari ini. Tapi saya menghormati proses hukum" ungkapnya di ruang sidang PN, dilansir Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Senin (12/1/2026).

Di kesempatan itu, dia ungkap rasa syukur karena Google sudah buka suara mengenai pengadaan Chromebook dengan menyatakan tak ada konflik kepentingan di dalamnya.

BACA JUGA:JPU Minta Eksepsi Nadiem Anwar Makarim Ditolak, Dakwaan Korupsi Chromebook Rp 2,1 Triliun Terus Berlanjut

BACA JUGA:Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Memicu Teguran Majelis Hakim, Mabes TNI Buka Suara

"Alhamdulillah, seperti yang teman-teman tahu Google sudah buka suara dan sudah menyebut dengan sangat jelas tidak ada konflik kepentingan. Bahkan, investasi Google mayoritas terjadi sebelum saya menjadi Menteri dan Chromebook terbukti bisa digunakan tanpa internet," tutur Nadiem.

"Google juga berbicara Chromebook itu laptop nomor satu untuk pendidikan di dunia. Semoga ini bisa jadi penerang," pungkasnya.

Kategori :