4. Kolam Arus dengan Bottom Drain Central
Desain kolam ini dibuat miring menuju satu lubang pembuangan di tengah. Sistem bottom drain mencegah kotoran mengendap di pinggir kolam.
Air mengalir berputar secara sistematis sehingga tidak ada “dead spot” atau area stagnan yang biasanya menjadi sumber bau.
Sirkulasi merata juga meningkatkan kadar oksigen, membuat ikan lebih sehat dan air tetap jernih.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Pohon Kecil Berbunga yang Cocok untuk Teras Minimalis, Dijamin Bikin Rumah Naik Level!
BACA JUGA:6 Tanaman Hias Meja Murah Meriah yang Katanya Bisa Tarik Hoki, Apa Saja?
5. Kolam Bertingkat dengan Pancuran Aerasi
Model bertingkat menghadirkan nuansa alami sekaligus estetika. Pancuran aerasi berfungsi menambah oksigen alami ke dalam air, mendukung aktivitas bakteri baik dalam mengurai limbah organik.
Dengan oksigen tinggi, kualitas air terjaga dan bau busuk bisa dicegah. Kolam terbuka bertingkat yang menyatu dengan taman atau kebun di teras menciptakan ekosistem seimbang.
6. Kolam Biofilter Tanaman Air
Model ini memanfaatkan tanaman air seperti eceng gondok atau lotus sebagai biofilter alami.
BACA JUGA:3 Rekomendasi Tanaman Ajaib yang Bikin Teras Rumah Mewah Tanpa Biaya Besar, Cek Disini!
BACA JUGA:3 Rekomendasi Pohon Cantik Ini Bisa Bikin Rumah Sejuk Tanpa Merusak Pondasi, Nomor 1 Paling Favorit!
Akar tanaman menyerap zat berbahaya dan membantu menjaga kejernihan air. Selain itu, keberadaan tanaman air menambah keindahan visual sekaligus memberikan tempat berlindung bagi ikan.
7. Kolam Semi Indoor dengan UV Sterilizer
Untuk rumah dengan teras tertutup atau semi indoor, penggunaan UV sterilizer sangat efektif.