Pengganti Nokia Asha, Launching HMD Touch 4G Rp600 Ribuan Pakai Layar Sentuh + Video Call Mirip iPhone

Selasa 10 Feb 2026 - 13:47 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Nokia G60 5G VS iPhone 17: Simak untuk menentukan ponsel mana yang paling worth it untukmu

BACA JUGA:Bocoran Spesifikasi Nokia Lumia Max 2026: Mid-Range Nostalgia dengan Fast Charging 45W dan Android Update 3 Ge

Terutama untuk fungsi dasar dengan tambahan fitur ringan seperti akses web atau aplikasi Express Chat. 

Namun beberapa pengguna juga mencatat keterbatasan: aplikasi cloud kadang lambat, kapasitas memori rendah, dan pengalaman aplikasi terseret jauh di bawah smartphone. 

Sejumlah forum online bahkan membandingkan langsung dengan Nokia Asha klasik yang dulu populer sebagai ponsel “anti ribet”: beberapa merasa HMD Touch membawa kembali kenangan masa lalu.

Sementara yang lain menganggap bahwa perangkat ini belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi fungsi modern sehari-hari. 

Peluncuran HMD Touch 4G terjadi di tengah tren meningkatnya minat terhadap ponsel sederhana yang tetap menawarkan konektivitas.

Produsen lain seperti HMD sendiri baru-baru ini juga menghadirkan seri Nokia 130 dan 150 Music yang memadukan desain retro dengan fitur hiburan dan baterai tahan lama. 

BACA JUGA:Serangan Balik Nokia! X200 Pakai Kamera Ultra 108MP, 7000 mAh, Spek Dewa Kalahkan iPhone 17

BACA JUGA:Nokia X200 5G Cocok Buat Pemakai Waras, 108MP dan Android Murni Jadi Nilai Jual

Mereka yang menginginkan digital minimalism atau perangkat cadangan yang tak tergantung pada aplikasi berat kini punya lebih banyak pilihan.

Namun tantangan tetap jelas: konsumen generasi baru terbiasa dengan ekosistem aplikasi yang luas dan kemampuan multitasking.

Sementara perangkat hybrid seperti HMD Touch 4G masih terbatas dalam skala pengalaman digital yang bisa diberikan.

HMD Touch 4G bukan hanya peluncuran produk; ini juga cermin perubahan cara orang mengonsumsi teknologi.

Perangkat ini menegaskan bahwa bukan hanya fitur canggih yang dicari konsumen, tetapi keseimbangan antara fungsionalitas dan kesederhanaan.

Di era semakin terhubung seperti 2026, keberhasilan model hybrid ini akan diuji oleh preferensi pengguna.

Kategori :