BACAKORAN.CO - Di persidangan, Immanuel Ebenezer menuturkan bahwa saksi yang dihadirkan oleh jaksa memiliki keterkaitan dengan dirinya saat menjabat sebagai wakil menteri ketenagakerjaan.
“Tidak ada hubungan antara perkara saya dengan saksi. Dari saksi pertama sampai sekarang!” tegasnya.
Tak hanya itu, Noel mengaku khawatir perkara yang menimpanya dapat menyeret nama lain di Kabinet Merah Putih yang dinilainya memiliki kebijakan pro rakyat dan salah satu nama yang ia sebut adalah Purbaya Yudhi Sadewa.
"Enggak kalah penting adalah pernyataan saya pertama tentang Pak Purbaya. Artinya, semakin terbukti bahwa informasi A1 tinggal sejengkal lagi. Pak Purbaya, apalagi kemarin KPK bilang ‘saya angkat topi ke Pak Purbaya’. Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK,” ucap Noel, dilansir Bacakoran.co dari Liputan6, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA:Respon Purbaya Biasa Saja dengan Steatment akan 'Di-Noelkan', Immanuel Ebenezer Ungkap Rasa Kecewa!
Noel pun kembali mengingatkan Purbaya agar berhati-hati dalam menjalankan kebijakan.
Menurutnya, sejumlah kebijakan Menteri Keuangan berpotensi mengganggu kepentingan elite tertentu.
“Itu pesannya. Hati-hati Pak Purbaya. Beliau punya kebijakan begitu bagus, tapi banyak elite akan terganggu. Ya kan? Karena banyak pemain-pemain liar di republik ini. Dengan kebijakan Pak Purbaya, mereka sangat terganggu,” jelas Noel.
Ia menutup pernyataannya dengan kritik keras terhadap penegakan hukum di Indonesia.
BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Sebut Menkeu Purbaya akan 'di-Noelkan', Begini Responnya!
“Ingat, hukum di republik ini bisa dibeli. Apalagi yang namanya saya mau bikin yang namanya Komisi Penitipan Kasus (KPK),” kata Noel.
Sebelumnya Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer peringatkan Purbaya Yudhi bahwa suatu hari dirinya akan dijatuhkan.
Menkeu Purbaya Yudhi pun merasa dirinya tak bakal terjerat kasus seperti Noel Pasalnya, dia tidak pernah melakukan pelanggaran hukum.