BACAKORAN.CO - Immanuel Ebenezer telah membantah keras steatment yang menyebutkan dirinya simpan puluhan kendaraan mewah dan aliran dana hingga ratusan miliar rupiah.
Menurutnya, pernyataan KPK selama ini dianggap sebagai informasi yang menyesatkan.
"Karena mereka suka bohong. Kita lihat, saya dibilang punya 32 mobil hasil pemerasan. Mana 32 mobilnya?" kata Noel, Dilansir Bacakoran.co dari Surya.co.id, Senin (16/2/2026).
Noel juga angka yang beredar di publik sangat tidak masuk akal.
BACA JUGA:Waduh, Immanuel Ebenezer Kembali Sebut Purbaya Yudhi dalam Persidangan: Hati-hati Pak...
"Saya dibilang Rp201 miliar, saya baca berita itu, Rp201 miliar, kacau itu. Faktanya kan saya cuma Rp3 miliar," tegasnya.
Sebelumnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 Immanuel (Noel) Ebenezer Gerungan tak akan mengajukan abolisi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3, yang menyeret dirinya menjadi terdakwa.
Noel mengaku tidak ingin membebani Presiden Prabowo dengan kasus yang tengah ia jalani.
"Presiden jangan dibebani hak seperti itu. Presiden fokus dengan kerja kerakyatannya saja," ujar Noel saat ditemui sebelum sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dilansir Bacakoran.co dari Liputan6, Rabu (21/1/2026).
Noel dengan tegaskan ungkap bakal bertanggungjawab atas perbuatannya, karena itu, kata Noel, Presiden Prabowo tidak seharusnya mengurus permasalahan kecil seperti kasusnya.
BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Noel Ditahan Lebih Lama, KPK Dalami Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
"Presiden ngurusin bangsa ini, negara ini lebih penting daripada kasus yang kayak aib begini. Apalagi kita lihat orkestrasi yang dinarasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai gembong (korupsi),” tuturnya.
Sebelumnya Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer akui kesalahannya saat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (2/9/2025).