Kedatangan Presiden disambut oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Duta Besar Indonesia untuk AS serta perwakilan militer setempat.
Agenda kunjungan ini menjadi salah satu kunjungan diplomatik penting yang difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.
Setelah tiba, Presiden langsung menuju tempat penginapan untuk mempersiapkan serangkaian agenda penting, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi langsung.
BACA JUGA:Viral Kekerasan Anak di Bandung: ART Terekam CCTV Aniaya Balita hingga Mimisan
Pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara akan membahas berbagai aspek penting, termasuk:
- Penguatan hubungan perdagangan bilateral
- Negosiasi tarif impor dan ekspor
- Peningkatan kerja sama investasi
- Pengembangan rantai pasok industri global
- Peluang ekspansi industri nasional ke pasar internasional
BACA JUGA:Satres Narkoba Polres Prabumulih Tangkap Pemuda Dengan Barang Bukti Nol Koma 30 Gram SS
Diplomasi langsung yang dilakukan Presiden dinilai sebagai langkah efektif untuk mempercepat kesepakatan strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Kesepakatan tarif dagang memiliki peran penting dalam menentukan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Tarif yang lebih rendah dapat membantu produsen dalam negeri meningkatkan ekspor, memperluas pasar, serta meningkatkan pendapatan nasional.
Beberapa sektor yang berpotensi mendapatkan manfaat besar antara lain: