Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel, 12 Orang Tewas di Tengah Gencatan Senjata

Sabtu 21 Feb 2026 - 21:46 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Joseph Aoun, Presiden Lebanon, secara tegas mengutuk serangan mematikan yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah negaranya.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang, meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.

Peristiwa ini menjadi pukulan keras bagi upaya diplomasi internasional yang tengah diupayakan untuk menjaga stabilitas kawasan.

Situasi kembali memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik baru di perbatasan Lebanon–Israel.

BACA JUGA:Kerry Anak Riza Chalid Sampaikan Pledoi Pembelaan dan Tegas Tepis Intervensi Kasus Minyak Mentah!

Dalam pernyataannya, Presiden Joseph Aoun menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan agresi terang-terangan” yang dinilai berpotensi menggagalkan berbagai upaya diplomatik yang sedang dilakukan oleh Amerika Serikat serta negara-negara lain.

Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sendiri telah diberlakukan sejak November 2024 dan diawasi oleh komite multinasional yang terdiri dari lima negara, termasuk Amerika Serikat.

Komite tersebut dibentuk untuk memastikan kesepakatan berjalan dan mencegah bentrokan berskala besar.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Israel disebut masih melakukan serangan udara yang diklaim menargetkan posisi militan Hizbullah di Lebanon selatan dan timur.

BACA JUGA:Kerry Anak Riza Chalid Sampaikan Pledoi Pembelaan dan Tegas Tepis Intervensi Kasus Minyak Mentah!

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan terbaru yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) menewaskan 12 orang.

Sebanyak 10 korban dilaporkan berada di wilayah timur Lebanon.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah militan dari unit rudal Hizbullah di tiga pusat komando berbeda di wilayah Baalbek.

Israel menegaskan operasi tersebut bertujuan mencegah ancaman keamanan terhadap wilayahnya.

BACA JUGA:Trump Meledak! Mahkamah Agung Disebut Memalukan Gara-Gara Tarif Impor

Kategori :