Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel, 12 Orang Tewas di Tengah Gencatan Senjata

Sabtu 21 Feb 2026 - 21:46 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

Di sisi lain, Hizbullah mengonfirmasi bahwa salah satu komandannya tewas dalam serangan tersebut.

Insiden ini kembali mempertegas ketegangan yang belum sepenuhnya mereda meski ada kesepakatan gencatan senjata.

Situasi memanas setelah anggota parlemen dari Hizbullah, Rami Abu Hamdan, meminta pemerintah Lebanon untuk menangguhkan pertemuan komite multinasional pengawas gencatan senjata.

Menurutnya, pertemuan tersebut sebaiknya tidak dilanjutkan sebelum Israel menghentikan serangan militernya.

BACA JUGA:Baru Sepekan Menjabat, AKBP Catur Diganti! Kapolres Bima Kota Kini Dipimpin AKBP Hariyanto, Kenapa?

Komite yang dijadwalkan akan bertemu kembali minggu depan kini berada di bawah tekanan politik.

Langkah ini menunjukkan adanya ketegangan internal di Lebanon terkait respons terhadap serangan Israel.

Meskipun melemah setelah konflik sebelumnya dengan Israel, Hizbullah tetap menjadi kekuatan politik signifikan di Lebanon dan memiliki perwakilan di parlemen.

Pemerintah Lebanon sendiri pada tahun lalu berkomitmen untuk melucuti senjata kelompok tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas nasional.

BACA JUGA:Kasus Jemaah Umrah Sakit di Muscat, Kemenhaj Tegaskan Perlindungan Total!

Militer Lebanon bahkan menyatakan telah menyelesaikan fase pertama pelucutan senjata, terutama di wilayah dekat perbatasan Israel.

Namun Israel menilai langkah tersebut belum memadai.

Pemerintah Israel menuduh Hizbullah masih berupaya mempersenjatai kembali pasukannya, sehingga menganggap operasi militer sebagai tindakan preventif.

Serangan terbaru ini meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas.

Situasi Lebanon saat ini berada dalam kondisi sensitif, mengingat faktor politik domestik, tekanan ekonomi, serta dinamika geopolitik regional.

BACA JUGA:Polisi Gagalkan Peredaran Hampir 19 Kg Ganja di Jakarta Barat, Satu Tersangka Diamankan

Kategori :