PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Kasus dugaan penganiayaan terhadap tiga petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Cipinang, Jakarta Timur, kini menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu diduga dilakukan oleh seorang pelanggan yang mengaku aparat kepolisian, bahkan sempat mencatut nama Kapolda dan menyebut dirinya membawa mobil seorang jenderal.
Kronologi Kejadian di SPBU Cipinang
Menurut keterangan staf SPBU, Mukhlisin, insiden bermula pada Minggu (22/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat itu, seorang pelanggan datang untuk mengisi bahan bakar jenis Pertalite.
BACA JUGA:Lagi, OTT di Kabupaten Muara Enim, Polisi Tangkap Oknum Wartawan
BACA JUGA:Anggota Polisi di Sulsel Tewas di Asrama Diduga Dianiaya Senior, Kini 6 Orang Diperiksa Propam
Namun, barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan kendaraan yang dibawa.
Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas menyarankan agar pelanggan mengisi Pertamax.
Alih-alih mengikuti aturan, pelanggan justru marah dan membentak petugas.
“Dia bilang mobilnya jenderal, bahkan sempat menyebut-nyebut Kapolda,” ujar Mukhlisin. Bentakan tersebut disertai dugaan tindak penganiayaan terhadap tiga karyawan SPBU.
Pengakuan Korban dan Ketakutan Petugas
Salah satu korban, Lukman Hakim (19), mengaku sempat ketakutan karena pelaku berulang kali menyebut dirinya aparat dan membawa “barcode jenderal”.
“Dia berkali-kali bilang ini barcode jenderal, kamu tidak tahu ini barcode jenderal,” ungkap Lukman.
Ketakutan semakin bertambah karena pelaku diduga mengambil tas milik petugas.
Lukman dan rekan-rekannya memilih tidak melawan karena khawatir pelaku benar aparat dan membawa senjata api.
“Kami takut kalau dilawan malah jadi masalah lebih besar. Makanya kami pilih lapor saja ke polisi,” jelasnya.