TAIPA, BACAKORAN.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di wilayah Taipa, Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah menuai sorotan publik.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan paket makanan dibagikan sekaligus untuk dua hari selama bulan Ramadan.
Hal ini memicu perdebatan dan kritik dari masyarakat, terutama terkait kualitas dan nilai gizi yang diberikan.
Video Guru dan Kritik Warganet
Dalam video yang viral, seorang guru menunjukkan isi paket MBG yang dikemas dalam satu plastik.
BACA JUGA:Heboh di Media Sosial! Guru SDN 6 Palu Kritik Menu MBG, Warganet Kasih Dukungan
BACA JUGA:Prabowo Paparkan MBG di Hadapan Pengusaha AS, Klaim Efisiensi APBN Jadi Investasi Nasional
Ia menyebutkan bahwa menu tersebut diperuntukkan untuk dua hari sekaligus, dengan perkiraan nilai tidak sampai Rp15 ribu.
Unggahan itu kemudian memancing komentar warganet yang mempertanyakan efektivitas program.
Beberapa komentar yang muncul di Instagram menyinggung dugaan adanya penyalahgunaan anggaran.
"Ladang cuan bagi pejabat gak bakal didenger.... Kecuali bergerak."
"Sama buu, dsini anak saya dapet roti 1 yg paling harga nya gag sampe seribu, dapet susu juga sama apel.. Ya Allay, doa besar FC."
"Presiden masa gk tau ada komplen gini apa bener udah buta melihat kenyataan di lapangan."
"Insyaallah MBG jadi ladang korupsi bagi pejabat2nya."
Kritik semakin tajam karena hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pembagian menu untuk dua hari sekaligus.
Publik menilai, di bulan Ramadan pola konsumsi masyarakat berbeda, sehingga pembagian makanan seharusnya lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan harian.