BACAKORAN.CO - Menjelang Ramadan 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengambil langkah tegas dengan menggelar operasi senyap besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia.
Operasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi nasional untuk melindungi masyarakat dari ancaman bahan berbahaya yang kerap ditemukan dalam makanan takjil dan jajanan siap saji.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa timnya telah bergerak aktif dari Sabang hingga Merauke.
Petugas tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas kuliner masyarakat, khususnya selama bulan puasa.
BACA JUGA:Polemik Alumni LPDP Viral, DPR Minta Penerima Beasiswa Berkontribusi untuk Indonesia
Takjil memang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadan.
Namun, di balik warna-warni dan tampilannya yang menggoda, ada potensi bahaya yang mengintai jika bahan yang digunakan tidak sesuai standar keamanan pangan.
BPOM kini memfokuskan pengawasan pada:
- Pasar kaget Ramadan
- Pedagang kaki lima
- Sentra kuliner jalanan
BACA JUGA:Waduh! Estimasi Biaya LPDP Fantastis Suami Dwi Sasetyaningtyas, Capai Rp7,7 Miliar
- Lingkungan sekolah
- Produk UMKM dan industri rumahan
Langkah ini dilakukan karena makanan siap saji yang dijual di ruang terbuka memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi bahan berbahaya, baik secara sengaja maupun tidak.