Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa pemerintah sedang mengumpulkan informasi lengkap sebelum mengambil kesimpulan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang sangat tidak biasa.
Ia menegaskan bahwa baku tembak di laut antara kapal sipil dan aparat Kuba merupakan kejadian langka dalam hubungan kedua negara.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana juga tengah menyelidiki apakah korban termasuk warga negara atau penduduk tetap AS.
Di sisi lain, Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, mengumumkan penyelidikan bersama dengan otoritas federal untuk memastikan fakta sebenarnya.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Kuba dan Amerika Serikat.
Hubungan kedua negara telah lama dipengaruhi oleh perbedaan ideologi dan kebijakan ekonomi.
Kuba yang hanya berjarak sekitar 145 kilometer dari Florida memiliki posisi strategis yang sensitif.
Selama bertahun-tahun, berbagai konflik diplomatik dan ekonomi telah memperburuk hubungan kedua negara.
Beberapa bulan terakhir, situasi semakin rumit akibat kebijakan energi dan sanksi ekonomi yang mempengaruhi stabilitas Kuba.
Pemerintah Kuba menegaskan bahwa tindakan aparat patroli merupakan bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menekankan komitmen untuk melindungi wilayah teritorial dari ancaman eksternal.
Kuba juga menegaskan bahwa pertahanan nasional merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas negara, terutama di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung.