BACA JUGA:Serangan Udara Israel Kembali Guncang Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku dan Tewaskan 11 Orang
BACA JUGA:Netanyahu Resmi Gabung Dewan Perdamaian Trump, Isyarat Arah Baru Diplomasi Global Israel
Di tengah serangan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026, media sosial X (Twitter) heboh dengan cuitan pejabat Israel yang menyebut rencana pemanggilan 70.000 tentara cadangan.
Angka ini langsung dikaitkan warganet dengan hadis tentang Dajjal yang disebut akan diikuti oleh 70.000 pengikut dari Isfahan.
Unggahan tersebut memicu spekulasi liar, bahkan ada yang menyebut konspirasi Dajjal sudah bekerja di balik layar Israel dan AS.
Narasi ini semakin memperkuat keresahan publik, meski faktanya masih sebatas klaim dan tafsir yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.
Narasi Akhir Zaman di Berbagai Agama
Konsep “musuh akhir zaman” bukan hanya ada dalam Islam.
Dalam Kristen dikenal Antikristus, sementara dalam Yudaisme ada false messiah.
BACA JUGA:Iran Balas Dendam! Armada ke-5 Amerika di Bahrain Kena Serangan Rudal
BACA JUGA:Kedutaan Besar AS di Bahrain Ditutup Usai Serangan Rudal Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Semua tradisi agama memiliki keresahan tentang kekuatan jahat yang menyamar sebagai pembebas.
Alih-alih menumbuhkan kebencian, narasi ini seharusnya menjadi pengingat bahwa dunia membutuhkan lebih banyak cahaya akhlak, ilmu, dan kasih sayang.
Bijak Menyikapi Provokasi Digital
Perang Israel–Iran dan narasi kiamat mudah dipelintir di media sosial.
Potongan hadis, gambar, dan klaim bombastis sering disebarkan tanpa verifikasi.
Padahal, Islam mengajarkan keteguhan, bukan ketakutan.
Rasulullah SAW tidak pernah meminta umatnya paranoid, melainkan menjadi umat yang berilmu, cermat membaca zaman, dan menjaga ukhuwah.