BACAKORAN.CO - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera.
Penutupan ini dilakukan karena ratusan dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sebuah dokumen penting yang menjadi syarat kelayakan operasional.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Harjito, menjelaskan bahwa penutupan dimulai pada 9 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga seluruh SPPG yang terdampak melengkapi kewajiban administrasi.
"Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS," kata Harjito dalam keterangan pers, Sabtu (7/3/2026).
BACA JUGA:Sini, Cek Update Terbaru Bansos BPNT Maret 2026, Ikuti Panduan dari Link dan Aplikasi Resmi!
BACA JUGA:Kabar Duka Mengguncang! Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Pesan Keluarga Bikin Haru
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan bagian dari penegakan standar keamanan pangan.
"Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan," ujarnya.
Dengan adanya SLHS, setiap dapur MBG diharapkan mampu menjaga kualitas makanan yang disajikan, mencegah risiko penyakit akibat pangan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Harjito juga menambahkan bahwa penutupan ini dilakukan demi menjamin kelayakan dapur dalam pelaksanaan MBG.
BACA JUGA:Suami dan Anak Fadia Arafiq Ikut Nikmati Hasil Korupsi, Golkar Bilang Begini!
BACA JUGA:PLN Bagi-Bagi Diskon Listrik 50%, Hemat Besar Tambah Daya Ramadan 2026, Begini Caranya!
"Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka," ucapnya.
Ia mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat agar proses pendaftaran SLHS dapat dipercepat.
"Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.