bacakoran.co - kontroversi hasil atau lcc mpr terus berlanjut dan kini memanas akibat ulah salah satu dewan juri bernama indri wahyuni.
bukannya meredakan ketegangan diduga mengunggah status whatsapp bernada arogan yang memamerkan harta sekaligus membela 1 sekolah secara sepihak.
tindakan ini memicu karena seorang juri seharusnya menjaga netralitas dan tidak memperkeruh suasana dengan sentimen pribadi.
berdasarkan informasi yang beredar dari media sosial x melalui akun info jateng @jateng_twit, terungkap sejumlah tangkapan layar status whatsapp yang diduga kuat milik indri wahyuni.
dalam unggahan tersebut, ia terlihat membela sekolah yang memenangkan lomba sekaligus menyinggung soal keadilan bagi sekolah terpencil.
"they deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do," tulis indri dalam statusnya.
ia juga berdalih bahwa sekolah tersebut adalah sekolah jauh, terpencil, dan bekas wilayah konflik tahun 1999 sehingga siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan.
namun yang membuat amarah publik memuncak adalah unggahan status lainnya pada pukul 14.46.
indri dengan santai menanggapi kritik netizen dengan membahas kekayaan pribadi.
"terakhir, mau open endorse ah. biar makin kaya. supaya lhkpn gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang. hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gw ga akan bikin gw jatuh. at the end, u will always have me kata misua," tulisnya.
reaksi keras netizen x
kolom komentar akun x @jateng_twit pun seketika dipenuhi kecaman keras. publik menilai seorang juri telah gagal bersikap netral dan justru memunculkan dugaan keberpihakan yang kuat. berikut adalah kutipan langsung dari netizen yang merespons kelakuan dewan juri tersebut:
"iya, kelakuan netizen memang rusak,.. tp yg menyebabkan rusak adalah adab dan akhlak serta tingkah laku pejabat seperti kalian," tulis @69umasapriadi yang terpantau mendapat 836 tayangan.
"orang seperti ini dikasih jabatan, pasti rusak sistemnya. pecat @mprgoid," tulis @kipyi...
"jd yg kmrn dikabarkan minta maaf yg mana? atau memang hanya omon2. kami tidak peduli sekolah mana yg menang, selama itu diraih melalui kejujuran dan keadilan," tulis @aqsadipta.
"dan pejabat kt buanyak bgt yg mindsetnya kyk si paling artikulasi," tulis @bilalhanzhalah.
"geli bgt sama org yg ngetik 'suami' jadi 'misua'," tulis @apriliarinnnn.
"kelakuan wanita zonk," tulis @labaco602551139.
kontroversi final cerdas cermat mpr jawaban benar disalahkan
jagat media sosial kembali dihebohkan dengan skandal viral dari final cerdas cermat empat pilar ri tahun 2026 tingkat kalimantan barat.
kejadian ini memicu kemarahan publik setelah regu sman 1 pontianak yang memberikan jawaban benar justru disalahkan oleh dewan juri dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.
berdasarkan informasi yang dihimpun dari cuitan akun x bernama @miskintv_ pada 11 mei 2026 yang telah menembus 220 ribu tayangan, terdapat cuplikan video yang memperlihatkan kejanggalan dalam penilaian final kompetisi tersebut.
dalam sesi yang menegangkan, pembawa acara melontarkan pertanyaan mengenai lembaga mana yang pertimbangannya wajib diperhatikan oleh dpr dalam memilih anggota bpk.
peserta dari regu c2 asal sman 1 pontianak menjawab dengan artikulasi yang cukup lantang dan tepat sasaran.
"anggota bpk dipilih oleh dpr dengan memperhatikan pertimbangan dpd dan diresmikan oleh presiden," jawab siswi regu c2 tersebut melalui mikrofon.
anehnya, juri pria yang bertugas saat itu, dyastasita wb, s.sos, langsung merespons dengan memotong poin dan menyatakan, "salah."
pertanyaan yang sama persis kemudian dilempar ke regu b asal sman 1 sambas.
jawaban yang keluar dari peserta regu b identik dengan apa yang diucapkan oleh regu c2 sebelumnya.
ironisnya untuk jawaban yang sama ini, juri yang bersangkutan justru memberikan nilai dan menyatakan, "benar."
hal ini tentu saja memicu protes dari perwakilan sman 1 pontianak pada fase rebutan.
siswi regu c2 mencoba mengklarifikasi hak mereka dengan sikap yang sangat sopan dan tenang.
"kami sudah jawab sama persis tadi... kami sebutkan 'pertimbangan dpd' kok," ujar peserta tersebut.
namun, juri dyastasita berdalih untuk mempertahankan keputusannya dengan mengatakan, "tidak kedengaran dengan jelas... artikulasi kurang jelas."
saat siswi tersebut mencoba menjelaskan kembali, dewan juri lain yakni indri wahyuni, s.ip., m.a., yang juga menjabat kepala bagian sekretariat badan sosialisasi mpr, justru menimpali dengan pernyataan, "mohon diterima ya adik-adik... mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."
pada akhirnya, protes tidak digubris dan sman 1 pontianak harus puas di posisi kedua di bawah sman 1 sambas.
dalam ajang sekelas cerdas cermat empat pilar mpr, parameter penilaian mutlak seharusnya bertumpu pada substansi jawaban, bukan sekadar alasan artikulasi yang sebenarnya masih dapat terdengar jelas melalui perangkat pengeras suara.
sikap dewan juri yang defensif, enggan menganulir kesalahan dan justru berlindung di balik otoritas mereka dinilai dapat memberikan dampak psikologis yang merugikan.
hal ini berpotensi mematikan daya kritis siswa dan merusak esensi kompetisi yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan kebenaran akademis.
komentar pedas dari warganet pun langsung membanjiri cuitan viral tersebut. banyak yang merasa kecewa dengan sikap para pengambil keputusan di acara tersebut.
"typical boomer, dia yang budeg tapi orang lain yang disalahin artikulasinya.. pantes generasi kita melempem, yang kritis begini malah disalah salahin, harusnya kalo udah tau keputusan juri salah ya gapapa anulir aja, minta maaf, ganti pertanyaannya," tulis akun @abikabsyo88.
kritikan lain juga menyoroti integritas acara kompetisi nasional tersebut.
"yg menjawab bener malah di kurangi nilainya yg copy paste justru di benarkan , ini wajah negara +62 saat ini," tulis akun @sukabasabasi_.
banyak pengguna media sosial yang merasa juri tidak mau mengakui kealpaannya.
"jurinya sadar itu dia salah nilai, cuma malu mau mengakuinya. belajar jujur coba pak," tulis akun @arooo511.
bahkan ada warganet yang menyindir kejadian ini sebagai representasi dari masalah struktural.
"yang budeg elu yang disalahin artikulasi, simulasi kondisi negara banget nih??" tulis akun @asyr....