Aniaya Pelajar SMA Pakai Pisau Sangkur, 4 Remaja di Lubuk Linggau Ditangkap, Salah Satunya Residivis
Pelajar SMA dikeroyok 4 remaja pakai pisau sangkur. Tampak korban dan salah satu pelaku yang merupakan residivis--
BACAKORAN.CO -- Satuan Reskrim Polres Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Senin malam 11 Mei 2026 menangkap 4 orang remaja yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terdahap D, seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA).
Keempat remaja yang diamankan yaitu Jerryan Vratama (18 tahun), G (13 tahun), M (11 tahun) dan JA (14 tahun). Mereka merupakan warga Kelurahan Kayu Ara dan Lubuk Durian Kecamatan Lubuklinggau Barat II Kota Lubuk Linggau.
Bahkan salah satu pelaku yaitu Jerryan Vratama merupakan residivis yang sudah 3 kali masuk penjara akibat melakukan tindak pidana mencuri ayam dan mencuri jemuran milik warga.
Para pelaku diduga mengeroyok dan menganiaya korban dengan tangan kosong dan pisau sangkur. Akibat kejadian itu, korban menderita luka memar di badan dan luka robek bagian kaki.
BACA JUGA:Siang Hari Tikam Warga dengan Senjata Tajam, Polisi Dalami Motif Penganiayaan
BACA JUGA: Heboh! Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap, Backing Hakim dan Dosen UGM
Keterangan yang dihimpun, pristiwa penganiaayaan itu terjadi di tepi Danau Cewot Lapangan Perbakin, Kelurahan Kayuara, Kecamatan lubuklinggau Barat I, pada hari Senin 11 Mei 2026 sekira pukul 16.30 Wib.
Bermula korban yang saat itu bersama teman perempuannya berada di lokasi itu diejek keempat pelaku.
Karena tersinggung, korban mempertanyakan maksud ejekan itu hingga terjadi keributan dan berujung penganiaayaan.
Diduga dalam penganiayaan itu, salah satu pelaku menggunakan pisau sangkur.
BACA JUGA:Juri dan MC Cerdas Cermat Dinonaktifkan, MPR Minta Maaf
BACA JUGA:MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Tolak Gugatan UU IKN
Setelah peristiwa itu, para pelaku melarikan diri, sementara korban dibawa ke rumah sakit dan melaporkan kejadiannya ke polisi.
Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengamankan 4 pelaku yang masih berstatus anak anak.