Selat Hormuz: Iran Perbolehkan Semua Kapal Melintas Kecuali As dan Israel!

Selasa 24 Mar 2026 - 21:09 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memutuskan bahwa kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel bisa melintasi selat Hormuz.

"Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor," kata Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dikutip kantornya seperti dilansir Bacakoran.co dari Antara, Selasa (24/3/2026).

Blokade Selat Hormuz dipicu oleh operasi AS dan Israel terhadap Iran, kata Presiden Iran.

Dari perwakilan tetap Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO) Ali Mousavi mengatakan semua kapal, kecuali kapal "musuh", bisa melintasi Selat Hormuz asalkan berkoordinasi dengan Iran.

BACA JUGA:Serangan Iran ke Tel Aviv Memanas, Konflik Timur Tengah Kian Membara di Tengah Isu Dialog Damai

BACA JUGA:Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran: Selat Hormuz Terancam Ditutup Total, Dunia Waspada Krisis Energi

Sebelumya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beri ultimatum terbaru kepada Iran dalam aksi penutupan Selat Hormuz.

Trump juga memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk buka selat yang krusial bagi ekonomi dunia itu atau listrik Teheran akan padam.

Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026), Donald Trump memberi Iran jangka waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

BACA JUGA:Iran Umumkan Kahar Stop Produksi Minyak Efek dari Tutupnya Selat Hormuz, Apa Maksudnya?

BACA JUGA:Konflik Makin Memanas, Donald Trump Kirim Pasukan Baru ke Iran dan Sebut NATO Pengecut, Kenapa?

Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai pembalasan.

Sebelumya Iran resmi menutup Selat Hormuz pada Maret 2026, yang menyebabkan produksi minyak di kawasan Teluk Persia anjlok hingga sekitar 7 juta barel per hari.

Langkah ini membuat banyak negara, termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain, Irak, dan Kuwait, terpaksa membatasi produksi karena jalur ekspor utama mereka terhenti.

Kategori :