BACAKORAN.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim Iran memberikan hadiah dengan mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran menuding Trump melakukan kebohongan.
"Pagi ini, menyusul pernyataan palsu dari Presiden AS yang korup yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara bergerak menuju koridor yang ditentukan untuk lalu lintas kapal yang diizinkan, tetapi dipulangkan kembali setelah peringatan dari Angkatan Laut IRGC," kata Korps Garda dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip Bacakoran.co dari Detiknews, Jum'at (27/3/2026).
Angkatan Laut IRGC menegaskan kembali kalau selat Hormuz ditutup. Disebutkan jika ada yang mencoba melintas makan akan menghadapi tindakan tegas. "Selat Hormuz ditutup dan setiap lalu lintas yang melewatinya akan menghadapi tanggapan keras," ujar IRGC.
BACA JUGA:Trump Kritik NATO, Konflik Iran Picu Ketegangan Baru dalam Aliansi Barat
BACA JUGA:Perang Berkepanjangan Buat Trump Tawarkan Gencatan Senjata ke Teheran, Iran Respon Begini, AS Nyerah
Sebelumya Pemerintah IraN respon tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
Teheran mencemooh upaya AS untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/3/2026), dengan tegas sebut bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri.
Tanggapan itu disampaikan langsung oleh Zolfaghari dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3/2026).
BACA JUGA:Selat Hormuz: Iran Perbolehkan Semua Kapal Melintas Kecuali As dan Israel!
BACA JUGA:Serangan Iran ke Tel Aviv Memanas, Konflik Timur Tengah Kian Membara di Tengah Isu Dialog Damai
"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beri ultimatum terbaru kepada Iran dalam aksi penutupan Selat Hormuz.
Trump juga memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk buka selat yang krusial bagi ekonomi dunia itu atau listrik Teheran akan padam.
Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026), Donald Trump memberi Iran jangka waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.