Serangan tersebut terjadi sejak 28 Februari 2026 dan terus berlanjut hingga saat ini.
Akibat serangan tersebut, korban jiwa terus bertambah.
Dilaporkan lebih dari seribu orang tewas dalam rangkaian serangan di berbagai wilayah Iran.
BACA JUGA:Siswa SMP di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar TNI AL, Ibu Korban Bongkar Mediasi Buntu
Situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan di kawasan.
Tidak tinggal diam, Iran melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan drone.
Target serangan tidak hanya di Israel, tetapi juga mencakup wilayah negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat.
Serangan balasan ini semakin meningkatkan ketegangan dan memperluas potensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Putin menyampaikan harapan agar konflik dapat segera dihentikan.
Ia menegaskan bahwa Rusia siap membantu mengembalikan situasi ke kondisi normal.
BACA JUGA:Air Laut Surut Pasca Gempa Magnitudo 7,6 di Minahasa Tenggara, Warga Diminta Jauhi Pantai
Langkah ini menunjukkan bahwa Rusia ingin mengambil peran sebagai mediator dalam konflik yang semakin kompleks ini.
Konflik yang melibatkan beberapa negara besar ini berpotensi memberikan dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga dunia.
Mulai dari stabilitas ekonomi, energi, hingga keamanan global bisa terdampak.
Oleh karena itu, berbagai pihak internasional diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk meredakan ketegangan.