BACAKORAN.CO - Kabar mengenai Donald Trump yang disebut-sebut tengah menjalani perawatan medis mendadak menjadi sorotan besar di berbagai platform media sosial.
Informasi ini pertama kali mencuat ketika Gedung Putih menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat tersebut tidak hadir dalam sebuah acara resmi pada Sabtu, 5 Maret lalu.
Ketidakhadiran itu langsung memicu spekulasi luas dari masyarakat dan pengamat politik, yang menduga bahwa Trump mengalami masalah kesehatan serius sehingga harus dirawat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed.
Dugaan ini semakin diperkuat oleh laporan adanya penutupan sejumlah jalan di Washington DC, serta pengamatan publik mengenai kondisi fisik Trump yang belakangan terlihat mengalami keterbatasan.
BACA JUGA:Viral! Motor Terbakar Usai isi Bensin di SPBU Tegalsari, Petugas Tolak Pinjamkan APAR: Mahal
Selain itu, kebiasaan Trump yang biasanya menghabiskan waktu di Mar-a-Lago untuk bermain golf juga dianggap janggal.
Banyak pihak menilai bahwa aktivitas tersebut tidak sesuai dengan rutinitas biasanya, sehingga memperkuat rumor bahwa ia sedang tidak dalam kondisi prima.
Namun, kabar ini segera dibantah oleh juru bicara pribadi Trump, Steven Cheung. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan menyebut Trump masih aktif bekerja di kantornya.
“Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, ia telah bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Kantor Oval. Semoga Tuhan memberkatinya,” tulisnya di akun X @StevenCheung47.
BACA JUGA:Tragis! Tuan Rumah Tewas Dibacok Preman di Purwakarta Usai Tak Berikan Uang Miras
Dari sisi rekam medis, Trump memang pernah menjalani pemeriksaan MRI di Walter Reed pada Oktober lalu.
Ia sendiri mengakui hal tersebut kepada wartawan di atas Air Force One, dengan menekankan bahwa hasil pemeriksaan berjalan sempurna.
“Saya melakukannya. Saya menjalani MRI. Hasilnya sempurna,” kata presiden beberapa bulan lalu.